Yuk Bangun, Budaya Kerja ASN Mesti Berubah Pasca Pandemi

budaya kerja asn

Bagi ASN yang “gaptek” alias gagap teknologi, momen ini adalah momen terbaik untuk bangkit dan menyesuaikan diri. Sebaliknya bagi ASN yang memiliki keterampilan lebih di bidang IT, juga menjadi momen terbaik untuk berkontribusi bagi efektivitas penangan pandemi di daerah atau kantor tempat bekerja.

BantenTribun.id- Pandemi Covid-19 yang belum kunjung reda di Indonesia telah merubah berbagai tatanan kehidupan, mulai dari pola perilaku hidup bersih, pola interaksi sosial, hingga pola kerja masyarakat, termasuk di pola kerja Aparatur Sipil Negara.

Perubahan pola itu nyatanya telah memberi banyak hikmah dan bukti. Sesuatu yang nampaknya sulit terwujud – bagi budaya kerja ASN – kini berubah menjadi sesuatu yang niscaya dan tengah dilakukan.

Selain itu, adanya pandemi ternyata membuat sebagian ASN sadar tentang pentingnya teknologi informasi dan ketersediaan data yang akurat serta bisa dipertanggunjawabkan.

 Work From Home

Akhir tahun 2019 lalu, salahsatu Kementerian / Lembaga yakni Bappenas menginisiasi 1000 aparaturnya untuk bekerja di rumah. Mekanisme dan aturan disiapkan meski berjalan lambat.

kini, ketika pandemi Covid-19 melanda, bukan hanya 1000 aparatur dari Kementerian/Lembaga tersebut saja yang bekerja dirumah, tapi kebijakan bekerja di rumah berlaku bagi ASN diterapkan di seluruh Indonesia, dan kini tengah berproses.

Kementarai Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Negara, ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah yang membidangi kepegawaian membuat seperangkat aturan yang mendukung ASN berkerja di rumah.

Ukuran efektivitas kerjanya bisa diukur dengan laporan kinerja secara online yang disampiakan pada atasan langsung. Bagi sebagian daerah yang memiliki aplikasi e-kinerja hal itu malah menjadi lebih mudah.

Rapat Virtual

Rapat Virtual dengan aplikasi seperti zoom meeting, google meet, dan aplikasi meeting lainnya mejadikan aktivitas rapat menjadi efektif khususnya dari sisi waktu dan materi.

Tak hanya itu, Efisiensi anggaran juga bisa terjadi karena untuk rapat-rapat yang besar tidak ada lagi biaya sewa ruangan dan paket lainnya, karena setiap peserta bisa melakukannya diruang kerja bahkan dirumah masing-masing.

 Pelayanan Online

Bagi daerah yang maju, pelayanan online adalah hal yang biasa, tapi bagi daerah  “tertinggal” dengan infrastruktur minimum, pelayanan t secara online bagai mimpi yang enggan terwujud.

Lagi-lagi pandemi Covid-19 memaksa ASN untuk melakukan pelayanan secara online, karena model pelayanan online beguna untuk mencegah penyebaran virus.

Kendatipun ditemuikan berbagai kendala, hal itu bisa dianggap wajar, karena pelayanan online untuk seluruh jenis pelayanan di beberapa daerah bisa jadi baru pertama kali dilakukan.

Integrasi Data

Satu Data Nasional merupakan program yang sebelumnya digaungkan oleh beberapa Kementerian / Lembaga, sebut saja Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Bappenas.

Satu Data Nasional ini sejatinya bisa memiliki peran, khususnya sebagai pusat data bagi seluruh data-data yang dibutuhkan terkait penanganan Covid-19 baik data kesehatan, ketenagakerjaan hingga bidang kesejahteraan sosial.

Faktanya hal itu belum bisa dilakukan, dan akhirnya bisa dilihat dari liputan media soal keluhan banyak pihak akibat kurangnya ketersediaan data yang mumpuni.

 

Pentingnya Teknologi Informasi

Ketersediaan data, penyediaan content creative untuk sosialisasi pandemi, video conference atau rapat virtual dan work from home untuk ASN, semuanya tak bisa lepas dari perang teknologi informasi.

Bagi ASN yang “gaptek” alias gagap teknologi, momen ini adalah momen terbaik untuk bangkit dan menyesuaikan diri. Sebaliknya bagi ASN yang memiliki keterampilan lebih di bidang IT, juga menjadi momen terbaik untuk berkontribusi bagi efektivitas penangan pandemi di daerah atau kantor tempat bekerja.

Dalam dimensi yang lebih luas, Infrastruktur dan keamanan teknologi informasi yang memadai menjadi hal yang strategis dan harus tersedia di masa pandemi.

Sayangnya dibanyak daerah, hal itu belum terwujud, apalagi refocusing anggaran fokus pada kesehatan dan membangkitkan ekonomi masyarakat, sedang infrastruktur teknologi masih menjadi bagian lain yang dikesampingkan.

Meski begitu, lepas pandemi nanti, ASN wajib bangun dan berubah lebih baik, lebih adaptif terhadap perubahan jaman, dan berkinerja untuk masyarakat yang lebih baik.  (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.