WWF Teken Kerjasama Dengan Pemkab Pandeglang, Fokus Pemberdayaan Masyarakat Sekitar TNUK

wwf indonesia teken kerjasama pemkab pandeglang
Pemkab Pandegang dan WWF teken Perjanjian Kerjasama untuk Pemberdayaan Masyarakat di 12 Desa Penyangga TNUK. (Foto: WWF-Indonesia)

WWF Indonesia, teken perjanjian kerjasama dengan Pemkab Pandeglang, fokus pada pemberdayaan masyarakat di wilayah penyangga TNUK

BantenTribun.id- World Wide Fund for Nature atau yang lebih dikenal dengan WWF telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, yang digelar di Hotel Horison, Pandeglang, Senin (8/4).

Penandatangan kerjasama tersebut melibatkan 6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pandeglang, diantaranya, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian.

Kerjasama WWF dengan Pemkab yang dipimpin oleh Irna Narulita itu, sebagai bentuk komitmen mendukung Rencana Aksi Masyarakat (RAM), yang juga implikasi dari hasil kajian Sustainable Livelihood Assesment (SLA) atau kajian penghidupan berkelanjutan yang telah dilakukan di 12 desa penyangga Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Fokus Pemberdayaan Masyarakat

Rencana Aksi Masyarakat (RAM) yang telah disepakati untuk 12 desa penyangga TNUK tersebut fokus pada upaya pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah hutan TNUK. Oleh karena itu, beberapa rekomendasi kegiatan tidak jauh dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat.

Manifestasi RAM yang dihasilkan WWF dan masyarakat di desa penyangga terwujud dalam beberapa kegiatan diantaranya, Sekolah Lapangan Pertanian Ekologis, Sekolah Lapangan Agroforestri (SLAF), Sekolah Lapangan Lumbung Pangan Hidup (SLLPH), Sekolah Lapangan Pengelolaan Ternak Kerbau, Sekolah Lapangan Madu dan Sekolah Lapangan Mangrove.

“Komitmen konservasi dipegang WWF Indonesia tidak hanya fokus pada spesies, tapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat disekitar kawasan taman nasional. Contoh riil kami lakukan program pemberdayaan masyarakatmelalui sekolah lapangan dan kajia penghidupan berkelanjutan. Ungkap Ujung Kulon Site Manajer, Kurnia Khairani, seperti dilansir dari laman WWF Indonesia.

Tak hanya itu, Khairani juga menambahkan bila lewat SLA dan Sekolah Lapangan, pesan-pesan konservasi berbasis penghidupan berkelanjutan menjadi salahsatu metode yang bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kawasan hutan lindung tetap lestari.

Selanjutnya, Suhandri yang juga menjabat sebagai Director for Wildlige Sumatera, Ujung Kulon dan Ciliwung, WWF-Indonesia menyatakan, bila upaya pemberdayaan masyarakat ini bukan hal baru yang dilakukan oleh WWF-Indonesia. “ beberapa masyarakat yang tinggal dan berbatasan langsung dengan kawasan konservasi telah kami berdayakan, contohnya di Bukit Barisan Selatan, Kei, dan Alor.” Ucapnya.

Suhandri pun berharap bila WWD siap untukterus memegang komitmen dalam memberdayakan masyarkat sekitar kawasan konservasi kini dan masa mendatang.

Sementara Bambang Suyanto selaku Kabid Ekonomi Bappeda Pandeglang yang juga hadir dalam penandatangan perjanjian kerjasama itu mengaku bila Pemkab mendukung kegiatan semacam ini, dan pada tataran perencanaan telah bekerjasama dengan WWF-Indonesia. (kar/wwf-Indonesia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.