Waspadai La Nina, Kepala BMKG Ajak Warga Pantau Cuaca Lewat Aplikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengajak warga untuk mewaspadai fenomena La Nina yang akan menimpa Indonesia dalam waktu dekat.

Saat ini BMKG memiliki aplikasi berbasis android yang bisa di download di Playstore dan berguna untuk memantau fenomena La Nina dan ikutannya.

Kepala BMKG
Kepala BMKG Dwikorita R Foto/Wikipedia

BantenTribun.id-  Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Diwkorita Karnawati mengajak warga di berbagai daerah waspada terhadap La Nina.

Pihaknya memprediksi fenomena itu akan terjadi pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021.

“Kisaran Desember La Nina akan terjadi di Indoenesia, berakhir sekitar Februari.” Ungkap Dwikorita usai Rapat Terbatas tentang antisipasi Bencana Hidrometeorologi. Seperti ditulis laman resmi Menpan 14 Oktober 2020.

Menurut Dwikorita, La Nina dicirikan dengan tingginya curah hujan di suatu daerah. Meski begitu karena topografi Indonesia yang beragam. Dampak La Nina juga beragam. Ada yang ringan, namun ada juga yang berdampak bencana seperti banjir dan longsor.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan. Rilis BMKG tentang anomali cuaca bersifat makro. Artinya rilis tidak menggambarkan secara detail prediksi hujan dan peningkatan curah hujan di Indonesia.

“Kita punya aplikasi yang dikenal dengan info BMKG, disana Bapak-Ibu bisa mengetahui prakiraan, prediksi dan peringatan dini berbasis wilayah masing-masing.” Imbuhnya.

Dwikorita lebih lanjut mengatakan aplikasi info BMKG bisa didownload via android di google playstore.

“Misalkan bapak-ibu tinggalnya di satu kecamatan, kami juga menyiapkan prakiraan, perdiksi dan peringatan dini dalam skala mikro di level Kecamatan. Mohon selalu di cek.” Ajaknya.

“Kita juga selalu update informasi terbaru. Kita sajikan informasi cuaca dalam 7 hari kedepan.” Tambahnya.

Kemudian Dwikorita juga mengatakan, bagi daerah-daerah khususnya termasuk rawan bencana longsor dan banjir. Perlu lebih waspada karena kedua bencana itu biasa ikutan akibat curah hujan yang tinggi.

“Kita terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik provinsi maupun Kabupaten/Kota.” Ungkap Dwikorita.

“Daerah harus memastikan, informasi cuaca bisa lebih cepat di akses oleh warga masyarakat, sehingga mereka juga lebih waspada dan penanganan menjadi lebih cepat.” Pungkasnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.