Wanizuka Sakura, Mahluk Merah Muda Berumur 330 Tahun

sakura
Wanizuka Sakura, Foto Ekslusif, Fajar Alfiyanto

Mahluk Merah Muda Berumur 330 Tahun ini seolah  hanya mau berbicara dengan bunga-bunga bakung kuning yang tumbuh liar di kakinya.

BantenTribun.id- Mendengar kata Jepang, apa yang pertama kali terlintas di pikiran anda? Jika itu adalah bunga sakura maka anda sependapat dengan saya.

Yups!, bunga Sakura sudah menjadi ikon bagi negara matahari terbit. Ia biasanya mekar pada musim Semi, sekitar bulan Maret hingga akhir Juni.

Bagi orang Jepang, Sakura memiliki filosofi yang dalam, Sakura adalah simbol perempuan, kematian, kehidupan, keberanian, kesedihan, hubungan antar manusia, dan kegembiraan.

Bunga itu  juga merupakan metafora dari kehidupan yang tidak kekal. Sebagaimana kita tahu frekuensi waktu mekar bunga ini terhitung singkat, sekitar 10 hari saja.

Setelah berada di puncak mekarnya (Mankan) satu persatu kelopaknya akan berguguran di gantikan oleh daun-daun muda.

Siklus ini bisa berjalan hingga ratusan bahkan ribuan tahun tergantung dari umur pohon tersebut. Di Jepang, anda dapat dengan mudah menemui pohon sakura.

Di pinggir jalan, di depan rumah, di tengah sawah bahkan ladang. Ia juga tumbuh indah di kota, desa, dimana pun. Pohon ini tumbuh subur hampir di setiap wilayah di Jepang, mulai dari Hokkaido hingga Okinawa.

Meski begitu ada spot-spot keren dan instagenik untuk menikmati keindahan bunga ini. Salah satunya di Nirasaki. Sebuah kota kecil yang berada di perfektur Yamanashi.

Nirasaki merupakan kota sepi namun menyimpan keindahan menakjubkan saat musim Semi tiba. Keindahan itu berada 10 menit naik bus dari stasiun Nirasaki.

Ia serupa pohon Sakura yang lain, hanya saja letaknya yang berada di tengah ladang membuat sakura ini terlihat mencolok daripada pemandangan sekelilingnya. Ia berdiri sendiri dan kesepian.

Pohon itu seperti tidak peduli dengan orang-orang yang terkagum-kagum melihat keberadaanya, hanya mau berbicara dengan bunga-bunga bakung kuning yang tumbuh liar di kakinya.

Mahluk merah muda berumur 330 tahun itu bernama Wanizuka Sakura (わに塚の桜). Kita dapat melihat Wanizuka dari berbagai sudut, semuanya nampak begitu mempesona.

Keindahan Wanizuka makin menjadi dengan background pegunungan Yatsugatake yang terkadang atapnya masih berselimut salju berwarna putih menyala.

Wanizakura ibarat oasis di padang pasir bagi para pemburu gambar. Banyak sekali fotografer dari penjuru Jepang hingga luar negri  rela datang untuk mengabadikan mahluk merah muda ini.

Anda bebas mengambil foto sebanyak apapun tanpa ada pungutan biaya, tanpa loket masuk dan uang bayar parkir. Cukup jaga ketertiban dan kebersihan lingkungan saja.

Warga sekitar juga akan membuka warung-warung kakilima di sepanjang jalan. Aneka makanan khas Yamanashi seperti, shingen mochi, yakisoba, buah momo, sayur mayur, dan lain sebagainya bisa anda nikmati sebagia elemen lain Wanizakura.

Menikmati keindahan Wanizakura sembari menjajal kuliner Jepang,  menarik bukan?. (Fajar.A/Dinda)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.