Wajah Baru Pasir Kuntul, Geliat Kawasan yang Lama Tertidur

 

Wajah Baru Pasir Kuntul (foto-BantenTribun)

 Pasir Kuntul,  sebuah wilayah yang hanya berjarak “sejengkal” dari pusat pemerintahan  dan ‘Jantung Bisnisnya’ Kota Pandeglang ini, dianggap lama tertidur. Kini, Wilayah yang terbagi dalam 4 Rukun Tetangga dan dihuni sekitar 300 KK, perlahan menggeliat. Pembangunan hunian pun mulai bergeser ke wilayah yang disebut-sebut sebagai titik centralnya Pandeglang.

Pandeglang,BantenTribun.id- Kampung Pasir Kuntul, sebuah wilayah yang masuk dalam teritori administrasi Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang ini terletak di Barat Daya dan hanya berjarak kurang dari 1 Km dari Pusat Pemerintahan dan Pasar Badak Pandeglang.

Sebagai wilayah yang dekat dengan Pasar dan pertokoan sebagi pusat bisnisnya kota berjuluk “kota santri”, menjadikan daerah ini banyak berdiri rumah-rumah kost atau rumah kontrakan. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai pedagang, selain PNS.

Kampung yang masuk dalam RW 13 Kelurahan Pandeglang ini terbagi dalam 4 RT. Dari keempat itu, satu wilayahnya  berkontur agak tinggi bahkan terlihat membukit.

Memasuki  Kampung Pasir Kuntul, nuansa perkampungan masih terasa, badan jalan sempit meski beraspal mulus, rumah penduduk berdinding bilik bambu juga masih nampak terlihat. Banyaknya pepohonan di kanan –kiri jalan, menumbuhkan udara  terasa lebih sejuk dibanding daerah sekitarnya.

wajah baru pasir kuntul (BantenTribun)

Tujuh- sepuluh tahun silam, warga yang hendak  melintasi kampung ini mengaku masih merasa takut. Barisan pohon bambu dan minimnya penerangan, menambah kesan “sepi” . selain anggapan wilayah ini selalu luput dari perhatian pemerintah daerah karena jarang tersentuh pembangunan.

“Dulu mah masih banyak yang takut kalau lewat ke kampung ini, Padahal titik sentralnya Kelurahan Pandeglang,  ya disini. Ada makam keramatnya, Sekarang sudah ramai dan menjadi kota,” kata Mulyadi, Ketua RW yang menaungi wilayah Pasir Kuntul, kepada BantenTribun, Sabtu,6 Juni 2020.

Meski dianggap lamban dan nyaris tak tersentuh pembangunan, Pasir Kuntul kini mulai menggeliat seakan bangun dari tidur panjangnya.

Pembukaan lahan kavling untuk hunian, Pembangunan Perumahan bersubsidi seluas 2.5 hektar, serta pembangunan Puskesmas Pembantu di lahan milik Pemda, mengawali geliat Pasir Kuntul.

Sejalan dengan geliat pembangunan wilayah ini, alhasil harga tanahpun merangkak naik.

“Harga tanah disini sekarang sudah mulai merangkak naik hampir 5-7 kali lipat dari NJOP,” kata Imat Rokhimat, Ketua RT 02 Pasir Kuntul.

Bangunan rumah mewah permanen mulai banyak bertengger. Jaringan internet kabel mulai terpasang, ditengah  susahnya sinyal GSM “lelet”.  Jumlah warga penghuni pun bertambah.

“ RT 2 ini memang diminta untuk dimekarkan atau dipecah menjadi 2 RT karena penduduknya tambah banyak, sudah hampir 80 KK, ” terang Mulyadi.

“Jika sudah terbentuk, nanti akan terbagi 5 RT,” imbuh Damanhuri, Sekretaris WR 13.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Pandeglang, Suhendi, membenarkan  jika wilayah  RT ini sudah waktunya dimekarkan karena jumlah warganya sudah melampaui dari jumlah maksimal  yang ditentukan.

“ Setahu saya berdasar ketentuan, satu wilayah RT meliputi maksimal 40 KK,” Terang Suhendi, saat dihubungi BantenTribun.

Geliat PasirKuntul, mulai menjadi magnet baru untuk hunian. Menikmati suara burung dan  udara sejuk, dalam sejengkal jarak kota,  sambil menatap pemandangan cantiknya Gunung Karang dari kejauhan. *(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.