Urang Kanekes, Baduy atau Urang Rawayan, Mana yang Benar

 

Seorang warga Baduy Dalam sedang melintasi sebuah jembatan bambu. Jembatan terpanjang di Baduy ini terletak di Kampung Gajeboh, Baduy Luar. Warga Kanekes menyebutnya sebagai Rawayan atau Cukangan (foto: Nur.H/BantenTribun)

Sejatinya warga Baduy lebih suka dengan sebutan Urang Kanekes. Kata “Urang” dalam bahasa Sunda berarti Orang. Lalu bagaimana bisa muncul sebutan Rawayan atau Baduy?

Pandeglang,BantenTribun.id– Tiga sebutan diatas menunjukkan sebutan untuk komunitas Sunda Wiwitan yang tinggal di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, dengan sebutan untuk mereka  dari perbedaan penyebutannya.

Urang Baduy berarti Orang Baduy, ini merupakan sebutan yang diucapkan oleh masyarakat dari luar Baduy untuk menyebut mereka.

Menghindari pemahaman yang keliru tentang mereka,  ada tiga kelompok sebutan masyarakat  luar (non Baduy) yang membedakan Baduy atau non Baduy, yakni:

Orang Baduy Dalam dan Orang Baduy Luar yang merupakan satu kesatuan komunitas yang mendiami Desa Kanekes dengan adat dan budayanya yang khas.

Orang luar (non Baduy) yang merupakan bukan komunitas Baduy.

Sedangkan Urang Kanekes atau Orang Kanekes merupakan sebutan mereka sendiri untuk komunitasnya, karena mereka tinggal di desa Kanekes tersebut.

Gunung kecil sekitar kampung Kadu Ketug Landeuh disebut juga sebagai Gunung Baduy (foto: Nur.H-BantenTribun)

Berbeda juga  dengan Sebutan Urang Rawayan atau Orang Rawayan yang merupakan sebutan masyarakat luar untuk mereka, seperti halnya sebutan orang Baduy.

Sebutan orang Baduy dilatarbelakangi karena mereka tinggal di pegunungan atau tinggal di lereng gunung Baduy, khususnya masyarakat Kanekes yang tinggal di kampung Kaduketug Landeuh.

Kampung yang berada di lereng gunung Baduy ini berbatasan dengan kampung Ciboleger yang menjadi pintu masuk utama.

Ciboleger sendiri merupakan kampung luar Baduy, disini pula yang menjadi titik terakhir bagi kendaraan pengunjung yang akan masuk ke Desa Kanekes atau Baduy.

Sedangkan sebutan Urang Rawayan menjadi sebutan yang janggal dan aneh didengar oleh warga Baduy sendiri, karena Rawayan dalam pengertian Sunda Buhun memiliki arti jembatan atau bahasa Sunda Buhun lainnya disebut juga dengan “Cukangan”.

Hal ini dapat dipahami, karena beberapa kampung di Baduy terletak di sekitar jembatan bambu untuk menyeberangi sungai. Dalam guyonan dari sebagian masyarakat kampung Gajeboh yang merupakan salah satu kampung di desa Kanekes yang terdapat jembatan bambu tinggi dan terpanjang, diartikan sebagai orang kolong jembatan.

Kata mana sebetulnya yang pas ?, Ini tergantung persepsi dan selera masyarakat luar Baduy untuk penyebutannya. Namun jika diperhatikan pengakuan warga Baduy, tidak pernah mereka menyebutkan dirinya sebagai Urang Baduy atau Urang Rawayan. Oleh karenanya sebutan yang tepat untuk mereka adalah Urang Kanekes.

“Warga Baduy lebih suka disebut Urang Kanekes dari pada Orang Baduy atau Rawayan. Karena mereka sejak turun temurun tinggal di Desa Kanekes, Leuwidamar” ungkap Ahmad Yani, penulis buku Etnografi Baduy, kepada BantenTribun lewat pesan WatsApp, Selasa 30 Juni 2020.*(Nur.H/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.