Update Covid-19 Pandeglang: PDP Meninggal Bertambah, OTG Terkonfirmasi Positif

update covid -19 pandeglang
Foto: Humas Pandeglang

Update Covid-19 Pandeglang untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dilaporkan Jubir sebanyak 25 orang. Dari Jumlah tersebut dilaporkan sembuh sebanyak 13 orang dan sedang dirawat 5 orang, adapun jumlah PDP yang meninggal sebanyak 7 orang.

BantenTribun.id- Warga yang terkonfirmasi positif bertambah 1 orang di Kabupaten Pandeglang, kasus baru  berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG).

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pandeglang, Ahmad Sulaeman, menyatakan OTG tersebut berjenis kelamin laki-laki yang bekerja di Jakarta, dan diduga telah melakukan kontak dengan orang terpapar virus Corona di Ibukota.

Tambahan 1 orang terkonfirmasi positif, menjadikan Jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Pandeglang menjadi 4 orang. Sebelumnya tiga orang lainnya berasal dari Kecamatan Carita.

Saat ini OTG asal Gardu Tanjak Pandeglang, telah di rujuk dan di rawat di Wisma Atlet Jakarta, sedangkan untuk keluarga OTG juga telah dilakukan test swab dan menunggu hasilnya.

Masuk Database Pusat

Berdasarkan hasil Update Covid-19 Pandeglang yang disampaikan oleh Jubir, pasien OTG asal Gardu Tanjak ternyata masuk data base Wilayah Jakarta.

Dengan demikian Wilayah Kecamatan Pandeglang yang tadinya masuk zona merah, saat ini sudah dicabut.

“Untuk Pandeglang, saat ini yang masuk zona merah hanya Kecamatan Carita,” terang Jubir.

Akan tetapi, masih menurut jubir hal tersebut bisa saja berubah bila hasil test swab untuk keluarga OTG dan warga sekitar di Gardu Tanjak dikonfirmasi positif.

PDP Meninggal Dunia

Udpate Covid-19 Pandeglang untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dilaporkan Jubir sebanyak 25 orang. Dari Jumlah tersebut dilaporkan sembuh sebanyak 13 orang dan sedang dirawat 5 orang, adapun jumlah PDP yang meninggal sebanyak 7 orang.

 

Terbaru, PDP yang meninggal merupakan warga Kecamatan Banjar yang berprofesi sebagai guru dan berusia sekitar 40 tahun.

“Layaknya seorang guru, sehari-hari beliau menerima banyak tamu dan tak terkecual tamu tersebut berasal dari zona merah baik dari Ibukota maupun daerah lainnya.” ungkap Jubir.

Jubir juga menyampaikan, PDP awalnya didiagnosa mengalami demam berdarah, dan dirujuk ke RSUD Pandeglang. Namun melihat kondisi, pihak RSUD melihat ada indikasi ke arah Covid-19 dan dilakukan rapid dengan hasil reaktif.

Selanjutnya pihak RSUD Pandeglang merujuk PDP yang meninggal tersebut ke RSUD Banten, namun sebelum sempat di bawa ke RSUD Banten pasien PDP tersebut meninggal dunia dan telah dimakamkan dengan protokol Covid-19.

“PDP yang meninggal telah dimakamkan sesuai protokol Covid-19 dan keluarganya juga telah dilakukan test swab.”

Jubir juga meminta masyarakat Kecamatan Banjar untuk lebih waspada terutama saat kedatangan warga dari Jakarta atau zona merah lainnya. “warga yang terpapar covid baik positif ataupun masih berstatus PDP rata-rata sebelumnya telah berinteraksi dengan masyarakat dari zona merah,” pungkas Jubir. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.