Uang Palsu di Pasar Pandeglang Kembali Marak, Pelaku Gunakan Masker

Peredaran uang palsu di Pasar Pandeglang kembali marak. Pelaku diduga perempuan ABG menggunakan masker saat melakukan aksinya. Beberapa pedagang menjadi korban upal ini.

uang palsu di pasar
Juju, pedagang tahu,  Salah satu korban peredaran uang palsu di pasar yang kembali marak di pasar badak Pandeglang (foto-BantenTribun)

Pandeglang,BantenTribun.id- Sedikitnya sembilan pedagang sembako di Pasar Badak Pandeglang menjadi korban peredaran uang palsu pecahan seratus-ribuan.

Pelaku yang diduga seorang perempuan berumur sekitar 25 tahun, melakukan aksinya dengan menggunakan masker dan berkerudung.

Modus operandi yang digunakan pelaku dengan cara belanja kepada pedagang dengan jumlah nilai belanja kecil, dan bergegas pergi setelah mendapatkan uang pengembalian dari pedagang.

Ade, Pedagang lele di pasar badak pandeglang, korban upal(Bantentribun)

“Jumlah pedagang yang jadi korban sekitar 9 orang. Pelaku perempuan dengan menggunakan masker, Kejadian ini sudah dilaporkan ke Petugas keamanan Pasar Pandeglang,” kata Solihin, pedagang tahu-tempe, kepada BantenTribun, Rabu,22 Juli 2020.

Menurut Ade, pedagang ikan lele yang jadi korban, pelaku beroperasi pagi hari sekitar jam 6 pagi, dengan memanfaatkan suasana pasar yang masih sedikit gelap.

“Setelah dapat kembalian pelaku buru-buru pergi, saya sudah berusaha mengejar pelaku setelah sadar uang seratusribuan terlihat palsu, namun pelaku tidak ditemukan,” kata Ade.

“Iya, harus lebih hati-hati, terutama pembeli baru yang cuma belanjanya dikit tapi uangnya seratusribuan, biasanya terlihat agak buru-buru, saya juga jadi korban nih” imbuh bu Juju, pedagang tahu.

Baik Solihin maupun Ade, mengingatkan pedagang lain untuk berhati-hati terhadap peredaran uang palsu dengan modus belanja, dengan cara meraba, menerawang uang kertas dari pembeli yang dianggap pembeli baru dan membeli dengan jumlah sedikit.*(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.