Tumbuh 40 Persen Lebih, Pasar Fisik Emas Siap Dikembangkan

bursa emas berjangka

Jakarta, BantenTribun.id- Pandemi Covid-19, membuat hampir semua sendi bisnis anjlok. Alhasil ekonomi Indonesia juga hanya tumbuh sebesar 2.97 persen.

Melihat pertumbuhan ekonomi yang berkontraksi, serta keadaan ekonomi dalam ketidakpastian, mayoritas pakar di bidang investasi juga mengaku bila bidang tersebut sedang suram.

Kendati begitu, selalu ada peluang dibalik berbagai kesulitan, salahsatunya dari peluang pada pasar fisik emas digital di bursa berjangka.

Pasar fisik emas digital di Bursa berjangka merupakan pasar fisik terorganisir yang menggunakan sarana elektronik dan difasilitasi oleh Bursa Berjangka atau sarana elektronik yang dimiliki pedagang fisik emas digital. Dengan kata lain, catatan kepemilikan emas tersebut dilakukan secara digital.

Berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pasar jenis ini ternyata mampu tumbuh hingga 40 persen lebih.

Bappebti sendiri saat ini tengah melakukan penyempurnaan dan relaksasi kebijakan, salahsatunya dengan diterbitkannya Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaran Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Melihat peluang yang ada, kebijakan tersebut diarah pada dukungan pengembangan perdagangan emas digital.

Beberapa hal yang diatur dalam peraturan tersebut diantaranya terkait persyaratan Lembaga Kliring sebagai pencatat kepemilikan emas, pengaturan saldo, depository, mekanisme transaksi serta sarana dan prasarana lainnya.

Tak hanya itu, adanya peraturan baru tersebut, diharap dapat memberi kepastian hukum dan berusaha, perlindungan konsume, mencegah tindakan ilegal dalam transaksi, serta menyiapkan kemudahan investasi.

“komoditi emas di bursa perdagangan nasional dan internasional selalu menunjukan pertumbuhan transaksi yang terus naik, perdagangan emas ini tentunya sangat menarik untuk masyarakat sebagai media investasi,” ungkap Sekretaris Bappebti seperti ditulis Siaran Pers Kemensos. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.