Tips Sederhana Beli Mobil Bekas yang Masih Tokcer

Tips sederhana yang penting saat beli mobil bekas( foto-BantenTribun)
Tips sederhana yang penting saat beli mobil bekas( foto-BantenTribun)

Membeli mobil bekas, selain harga yang terjangkau dan sesuai ketebalan dompet kita, juga harus memperhatikan kondisi mobil bekas tersebut. Jangan abaikan tips sederhana berikut ini.

Pandeglang, BantenTribun.id– Bursa mobil bekas masih banyak diburu orang. Selain pertimbangan harga  yang lebih terjangkau dan sesuai ukuran kantong, perbedaan harga  dengan mobil baru dengan merek dan tipe yang sama,  untuk merk tertentu juga sangat jauh.

Ada beberapa tips sedehana yang  bisa jadi pertimbangan saat kita berencana membeli mobil bekas. Hal ini tentunya karena konsumen ingin mendapatkan unit mobil dengan kualitas paling baik.

Selain bodi yang masih mulus dan mesin tokcer, masa pakai kendaraan juga menjadi salah satu pertimbangan. Jika ada kesulitan  untuk mengetahui bagus tidaknya kondisi mesin mobil, sebaiknya bisa minta pertimbangan teman  atau kolega yang paham  betul tentang mesin mobil.

Acuan sederhana  yang biasa digunakan untuk mengetahui masa pakai mobil bekas,  adalah   cek kondisi chasis depan atau bawah mobil dan  melihat angka odometer atau penunjuk jarak. Fitur ini pasti tersedia di dasbor setiap mobil.

Chasis atau yang sering disebut dengan kerangka mobil memiliki fungsi utama sebagai penopang kendaraan, mesin, serta penumpang. Sasis biasanya terbuat dari kerangka besi atau baja.

Mengecek chasis depan mobil, kita bisa membuka kap mesin, dan perhatikan apakah batangan besinya sudah diganti atau bekas sambungan. Kondisi chasis yang sudah mengalami perbaikan,  dapat jadi pertanda mobil tersebut pernah mengalami tabrakan atau kecelakaaan.

“Kalau chasis rangka sudah mengalami perbaikan, biasanya  mobil itu sudah mengalami kecelakaan tabrakan atau kecelakaan lain. Dipakainya pasti burabah dan tidak nyaman lagi,” kata H. Endi Misyadi, pemilik showroom mobil bekas di Ciekek Karaton, kepada BantenTribun,minggu,8/4.

Untuk angka di odometer yang ditampilkan  kendaraan ada yang digital, ada juga yang masih manual atau analog. Keduanya sudah dirancang dari pabrik agar tidak bisa diubah.

Meskipun begitu, pedagang mobil bekas tertentu  yang nakal, kadang  mengotak-atik angka odometer ini agar terlihat  lebih rendah dari sebenarnya, Tujuannya pasti, mencoba mencari keuntungan  besar dengan cara merendahkan angka tersebut. Biasanya, angka odometer yang rendah, diartikan mobil bekas tersebut jarang dipakai dan berharap  nilai jualnya  bisa lebih tinggi.

Angka kilometer rendah di odometer  sering diartikan  kondisi mobil masih bagus, karena jarang digunakan.  Pemahaman ini  masih melekat pada pemburu mobil bekas.

Namun, ada acuan lain yang bisa dipakai.  Selain odometer,  kondisi jok mobil juga patut diperhatikan. Jika sering diduduki, maka ketebalan busa jok pasti akan berkurang atau sedikit kempis.

“Kalau jok mobil mah bisa diganti sih, bukan faktor utama,” ungkap Endi.

Tanda lain yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih mobil bekas adalah kondisi interior. Jika interior terlihat kusam dan banyak goresan, maka bisa jadi mobil tersebut sering dikendarai.

Hal sederhana lain yang perlu dijadikan pertimbangan adalah  kondisi setirnya. coba perhatikan setirnya. Jika mobil jarang digunakan, maka permukaan setir akan terasa kasar. Mobil yang dikemudikan setiap waktu, lingkar setirnya akan terasa licin atau mengkilap. Semoga tips sederhana ini bermanfaat dalam mencari mobil bekas sesuai idaman. Mobil bekas tapi tidak  membekas.(kar/red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.