Tim Seleksi Loloskan Calon Anggota KPU Pandeglang dari ASN Tanpa Rekomendasi

Para pendaftar calon anggota KPU Kabupaten-Kota (BantenTribun)
Para pendaftar calon anggota KPU Kabupaten-Kota di Banten periode 2018-2023 @ (BantenTribun)

Selain banyak pihak yang mempertanyakan integritas Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten-Kota di Provinsi Banten, pasca pengumuman seleksi adminstrasi,  kinerja Timsel kembali disorot. Lolosnya 5 orang pendaftar dari kalangan ASN Pandeglang, juga diketahui tanpa menyertakan surat rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian.  

Pandeglang,BantenTribun.id– Pengumuman kelulusan seleksi administrasi untuk calon anggota KPU Pandeglang periode 2018-2023 oleh tim seleksi, mengundang banyak pertanyaan. Selain pengumuman dianggap bocor karena sudah beredar sehari sebelum jadwal ditetapkan, belakangan juga diketahui adanya pendaftar dari kalangan ASN Pandeglang tanpa disertai rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian.

Dari 40 peserta yang lolos , sedikitnya terdapat 5 orang ASN Pemkab Pandeglang yang mendaftar sebagai calon anggota KPU Pandeglang dan sudah dinyatakan lulus dalam seleksi administrasi oleh tim seleksi. Namun, kelima  ASN pendaftar anggota KPU tersebut dipastikan tidak menyertakan surat rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian di Pandeglang, sesuai keputusan KPU.

Salah satu persyaratan untuk mendaftar sebagai anggota KPU bagi ASN,  adalah menyertakan Surat rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian setempat sesuai dengan Keputusan KPU No 35/PP.06.Kpt/05/KPU/II/2018 tentang petunjuk teknis seleksi anggota KPU provinsi dan kabupaten/kota.

Sayangnya Tim seleksi terkesan mengabaikan juknis pendaftaran dan dinilai tidak cermat melakukan penelitian berkas administrasi, sehingga para ASN ini bisa lolos penelitian administrasi.

Kepala BKD Pandeglang Ali Fahmi Sumanta, mengatakan ASN yang akan mendaftarkan diri sebagai komisioner KPU memang harus mendapatkan persetujuan pembina kepegawaian. Namun kata Fahmi, sampai hari ini  pihaknya belum pernah mengeluarkan satu lembar pun surat persetujuan  atau rekomendasi untuk ASN yang mendaftar.

“Kami belum pernah mengeluarkan surat persetujuan bagi ASN untuk mendaftar sebagai anggota KPU,” kata Fahmi, Rabu(21/3)

Fahmi menegaskan Pemkab Pandeglang tidak akan memberikan persetujuan kepada ASN fungsional seperti guru dan tenaga kesehatan untuk menjadi  anggota KPU khususnya.

“Pandeglang kekurangan guru dan tenaga kesehatan. Makanya kami tidak akan mengeluarkan rekomendasi,” tandasnya.

Ketua Tim seleksi anggota KPU Kabupaten-Kota, Suwaib Amirudin, belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Pertanyaan yang dikirimkan BantenTribun lewat pesan juga belum dijawab.

Yuliana Aristian, salah satu pendaftar yang sudah dinyatakan lolos dalam seleksi administrasi timsel KPU, mengaku belum menyertakan rekomendasi dari pejabat pembina kepegawaian  seperti persyartan yang diminta.

Namun, Yuliana, yang berstatus sebagai guru  di SMPN 2 Mandalawangi Pandeglang, mengaku sudah melampirkan surat rekomendasi dari kepala sekolahnya dalam pemberkasan pendaftaran tersebut.

“ Saya belum melampirkan rekomendasi dari pejabat pembina kepegawaian, tapi ada rekomendasi dari kepala sekolah,” kata Yuliana kepada BantenTribun, via telepon, Rabu(21/3).

Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Ferry Hasanudin, mengatakan sesuai Undang- undang ASN Nomor 5 tahun 2014 , yang dimaksud Pejabat Pembina Kepegawaian di Kabupaten adalah Bupati.

“Kepala sekolah itu bukan pejabat pembina kepegawaian. Kepsek adalah  guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah,” kata Ferry seperti dalam pesan WhatsApp yang diterima BantenTribun, Rabu, (21/3)

Timsel Akan Dilaporkan ke KPU Pusat

Aktivis  Kompast  Novan Hidayat,  mengatakan diloloskannya ASN tanpa rekomendasi dari pejabat pembina kepegawaian, semakin membuktikan buruknya kinerja timsel KPU Kabupaten-Kota.

“Ini bukti  buruknya kinerja timsel terkait diabaikannya surat rekomendasi yang diminta sebagai persyaratan seperti keputusan KPU. Apa mereka tidak bisa membedakan siapa yang dimaksud pejabat pembina? “ kata Novan.

Novan juga memastikan akan menyampaikan laporan pengaduan kepada KPU Pusat terkait kinerja Tim Seleksi KPU Kabupaten-Kota di Banten.

“Kami akan sampaikan laporan pengaduan kinerja timsel ke KPU pusat dalam waktu segera. Integritas dan independensi mereka patut diragukan,”katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran, ASN Pemkab Pandeglang yang mendaftar KPU Pandeglang dan sudah dinyatakan lolos administrasi oleh tim seleksi adalah Ade Mulyadi, Abdurrohim, Mila Fadhila, danYuliana Aristian. Selain itu juga terdapat 1 calon anggota KPU Provinsi yang lolos tahapan selanjutnya yakni Ida Jahidatulfalah.(kar)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.