Terungkap, Alasan Dibalik Mundurnya Kepala BPBD Pandeglang dari PNS

 

Surya Darmawan,, mantan Kalak BPBD Pandeglang, ditemui usai mundur dari jabatan dan PNS-nya, di pengajian subuh Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang, Sabtu,3/4/21 (foto-Bantentribun)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang, Surya Darmawan, resmi menanggalkan status birokrat. Ia berani keluar dari zona nyaman sebagai pegawai negeri dengan gaji sekitar Rp14 juta sebulan. Ternyata, alasannya keluar dari PNS cukup mengejutkan.

BantenTribun.id-Sesudah pengajian subuh Sabtu pagi, 3 April 2021,  Surya Darmawan nampak  mengenakan baju gamis putih. Hujan yang turun sejak maghrib, mengguyur Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang tak juga kunjung reda. Pagi itu, penampilan Surya nampak terlihat kalem dan tenang.

“Hampir setiap sabtu pagi saya berusaha mengikuti pengajian subuh di masjid ini,” ujar Surya.

Surya Darmawan (46), memang sudah resmi menanggalkan jabatan eselon 3- nya sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Februari 2021 lalu. Tak hanya itu, ia juga melepas statusnya sebagai PNS yang sudah disandangnya selama 16 tahun lebih. Padahal, bekerja sebagai pegawai negeri atau ASN banyak diimpikan orang.

Keberanian Surya Darmawan, alumni Tehnik Pertambangan ITB, melepas jabatan dan menanggalkan seragam Korpri, memang mengundang ribuan tanya dari kolega atau teman sejawat. Mundur yang terkesan mendadak itu, menimbulkan beragam dugaan miring.

“ Banyak yang menanyakan alasan saya mundur dari jabatan dan PNS. Ada juga yang memberikan acungan jempol. Ditanya seperti itu, saya hanya jawab ingin suasana baru saja,” terang Surya, bapak dari 4 anak ini, kepada BantenTribun.

“Pak Surya mundur dari PNS mungkin sudah cukup materi. Lagipula ia kan menguasai bidang pertambangan, jadi berada di luar dan menjadi konsultan pertambangan saja bisa mendatangkan uang cukup, “ kata Ade Surahman, Sekretaris Bappeda.

“Mungkin karena sudah tidak nyaman lagi bekerja sebagai PNS dan memilih yang lain, Karena kalau sudah merasa tidak nyaman, gaji besarpun pasti ditinggalkan,” kata Dede Sumantri, Anggota Komisi 3 DPRD Pandeglang.

Mundur Demi Mimpi dan Bekal Ibadah

Dengan jabatannya sebagai pejabat Esselon 3 dan golongan 4a, Surya Darmawan sebenarnya bisa mengantongi gaji bulanan plus tunjangan sekitar Rp 14 juta. Jumlah pendapatan ini belum termasuk tambahan lain seperti honor atau uang saku perjalanan dinas misalnya.

Menurutnya, selama menjadi PNS, ia  bisa menikmati dan mensyukurinya, apalagi  dapat bekerja di kampung halamannya sendiri. Namun begitu, ada mimpi yang terus membayanginya.

“ Surat pengunduran diri  sebagai PNS sebetulnya sudah dibuat sejak 2 tahun lalu, sejak saya masih dipercaya sebagai Camat Mandalawangi, meskipun surat itu sempat tertunda diajukan. Baru tahun 2021 ini saya bulat mengundrkan diri,” kata Surya.

Keputusannya untuk mundur, masih kata Surya, bukan karena keputusan emosional atau adanya konflik dengan atasan, tapi karena pertimbangan  yang sudah matang.

“Jadi bukan juga mundur dari PNS  karena saya sudah punya harta berlimpah misalnya. Saya mundur dari pekerjaan saat ini semata karena ingin mewujudkan mimpi besar saya, karena saya merasa jika tetap bekerja sebagai pegawai negeri, kemungkinan sulit mewujudkan,” terangya.

Selain itu, menurut pria lulusan S2 Pertambangan Umum  PTN ternama ini, meninggalnya orang-orang terdekat yang mendadak atau tiba-tiba.Ada yang meninggal saat sedang tidur, saat nonton TV, atau saat di kantor. Hal itu  sempat membuatnya cemas karena merasa belum banyak berbuat sesuatu. Belum membekali diri dengan ibadah dan amal baik yang cukup.

“Meskipun bekerja sebagai pegawai negeri dan bekerja dengan baik, niat melayani dan membantu masyarakat juga merupakan ibadah. Tapi saya tetap merasa belum cukup. Harus diingat juga, tidak berarti saya mengajak yang lain keluar dari PNS lho. Bahkan jangan keluar dari pekerjaan ini, jika tidak matang persiapan. ” jelasnya.

“Dengan cara ini, Bismillah, saya berharap dan berdoa agar bisa mewujudkan mimpi saya memiliki Pondok Pesantren yang besar, dimanapun didirikannya. Ponpes yang akan dikelola oleh anak-anak saya kelak,”

Pasca lepasnya status pegawai negeri, hari-harinya kini banyak disibukkan di luar daerah. Ia bergabung dan bekerjasama dengan tiga perusahaan tambang yang bergerak di bidang berbeda.

“Sekarang saya tidak bekerja, tapi bekerjasama dengan tiga perusahaan tambang yang bergerak dibidang Batubara, Nikel, dan Pasir Silika, Jadi banyak sibuk diluarkota atau di Jakarta. Dengan cara ini, bismillah, saya berharap dan berdoa agar bisa mewujudkan mimpi saya memiliki Pondok Pesantren yang besar, dimanapun didirikannya. Ponpes yang akan dikelola oleh anak-anak saya kelak,” ungkapnya.

Insya Allah, saya juga akan mempersiapkan empat anak saya untuk mendalami ilmu agama. Anak dan keluarga semua mendukung, termasuk keputusan keluar dari PNS,” tutupnya. Semoga mimpi itu terwujud*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.