Teh Putih, Teh Sultan Multi Faedah

teh putih

Teh Putih (White Tea) biasa orang menyebut teh para sultan itu. Betapa tidak harga perkilonya saja bisa mencapai 1,5 hingga 2 juta rupiah.

BantenTribun.id- Banyak orang suka minum teh, baik untuk menghangatkan obrolan keluarga, bagian dari suguhan tamu atau sekedar untuk melepas penat setelah seharian bekerja.

Teh pun saat ini punya banyak jenis dan varian, namun secara umum kita lebih kenal dengan the hitam dan teh hijau.

Namun tahukah anda, ada jenis teh lain yang jarang dikonsumsi kebanyakan orang Indonesia, konon teh ini lebih dikenal dengan teh para ‘sultan’ karena harganya yang selangit.

The Putih (White Tea) biasa orang menyebut teh para sultan itu. Betapa tidak harga perkilonya saja bisa mencapai 1,5 hingga 2 juta rupiah.

The jenis ini berasal dari helaian pucuk daun Camellia sinensis yang sangat muda dan dipetik dengan sangat hati-hati.

Daun pucuk muda (biasa disebut peko) tersebut masih diselaputi rambut halus berwarna putih perak, sehingga memberi kesan warna putih beludru, yang nantinya bila mengering akan berubah warna menjadi putih.

Teh putih diproses secara alami dan minimal, yaitu hanya melalui pelayuan dan pengeringan dengan bantuan angin dan sinar matahari pegunungan.

Seperti ditulis di laman Badan Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Kementerian Pertanian, Teh jenis ini juga tidak mengalami oksidasi dan fermentiasi maupun penggilingan sehingga tidak merusak bentuk teh yang sebenarnya.

Teh Para Sultan

Bukan soal harga yang selangit semata yang membuat teh putih disebut tehnya para sultan, bangsawan, raja, kaisar dan sejenisnya.

Namun secara histors teh jenis ini memang awalnya hanya dikonsumsi oleh para kaisar, keluarga dan pejabat istana kerajaan di negara asalnya Cina.

Namun adanya kebijakan ekspor Cina pada tahun 1891ke berbagai negara, membuat ekslusifitas teh ini luntur, dengan kata lain jenis the ini dapat dikonsumsi oleh siapapun jika sanggup membelinya.

Teh Putih Multi Faedah

The jenis ini memiliki kadar klorofil yang  rendah dan antioksidan polifenol yang lebih tinggi, namun kafeinnya sangat rendah.

Teh yang sangat berharga ini dipetik secara hati-hati dengan tangan untuk selanjutnya diolah dengan standar yang sangat ketat yang diwariskan secara turun-temurun.

Minimnya pemrosesan pada teh putih menjadikan the jenis ini menjadi tehkesehatan premium dengan kandungan antioksidan polifenol tertinggi dibanding semua jenis teh yang ada.

Di Cina jenis the ini diklasifikasikan  sebagai Yin Zhen Bai Hao (Silver Needle), Bai Mu Dan (White Peony), Gongmei (Tribute Eyebrow), dan Shou Mei (Long Life Eyebrow).

Saat ini permintaan akan teh putih di luar Cina seperti di Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Eropa dan Jepang semakin meningkat.

Alasan utama teh putih diminati banyak warga dunia karena khasiat yang dimiliki oleh jenis ini dalam menjaga kesehatan seperti mampu mencegah penuaan dini, obesitas, memperbaiki tekstur kulit menjadi lebih sehat dan sel menjadi lebih kuat.

Selain itu kandungan polifenol dalam the putih juga berfungsi untuk mencegah pengerasan dan penyempitan pembluluh darah, mencegah penggumpalan sel darah merah, dapat mengeluarkan racun dalam tubuh, serta penyaring ultraviolet jahat untuk kulit.

Dalam beberapa penelitian, Teh Putih juga bermanfaat untuk Menurunkan kolesterol,  antioksidan  dalam teh putih dapat menurunkan kolesterol jahat LDL (low density lipoprotein) sekaligus meningkatkan kolesterol baik HDL (high density lipoprotein) dalam darah, melindungi jantung, hati dan seluruh sistem peredaran darah, serta menurunkan kadar gula darah. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.