Tambah Fitur Baru, Aplikasi LAPOR Fokus Tangani Pengaduan Covid-19

aplikasi lapor
ilustrasi: e-lapor : foto Istimewa

“Selain penambahan 7 fitur terkait Covid-19, pengaduan juga agar ditindaklanjuti maksimal 2 hari kerja setelah pengaduan diterima,” Ungkap Diah.

BantenTribun.id- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpran RB) melalui Deputi Pelayanan Publik telah mengembangkan fitur baru untuk platform aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). Fitur baru tersebut fokus untuk menangani pengaduan terkait Covid-19.

Deputi Bidang Pelayana Publik, Diah Natalisa dalam rapat virtual bersama 80 instansi pusat daerah, pada Rabu (06/5) menyatakan, ada tujuh kategori khusus yang ditambahkan dalam aplikasi lapor, yakni alat dan logistik kesehatan, pelayanan kesehatan, pengaduan klaim dan verifikasi pelayanan kesehatan pasien Covid-19.

Fitur lainnya menurut Diah adalah pendampingan kesehatan jiwa, informasi tentang Covid-19, bantuan masyarakat, serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Selain penambahan 7 fitur terkait Covid-19, pengaduan juga agar ditindaklanjuti maksimal 2 hari kerja setelah pengaduan diterima,” Ungkap Diah.

Masih menurut Diah, mekanisme penyelesaian pengaduan masih megikuti Permenpan RB Nomor 62/2018 tentang Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional. “kita fokus pada pada dampak Covid-19 untuk kai ini.” Ucapnya.

Diah menyatakan, khusus untuk kategori PSBB, memiliki sub kategori dan spesifikasi permasalahan. Sub kategori itu adalah karantina wilayah, bekerja dan belajar dari rumah, jaga jarak aman, serta laporan kerumunan warga.

Tentu, seluruh perubahan dan percepatan proses itu membutuhkan kontribusi seluruh admin LAPOR! di berbagai instansi pemerintah. Diah berharap seluruh pengelola pengaduan dari berbagai instansi pemerintah bisa menyesuaikan standar operasional prosedur (SOP) di instansi masing-masing.

Setiap pengelola pengaduan harus memberi respon awal terhadap aduan, yang selanjutnya memberikan jawaban sesuai substansi. Diah berharap, semua unit pengelola pengaduan bisa meningkatkan efektivitas koordinasi internal di instansi masing-masing untuk menindak aduan masyarakat, terutama terkait Covid-19.

Berdasarkan update data pengaduan per 30 April 2020, LAPOR! telah menerima 7.232 pengaduan terkait Covid-19. “Jumlah pengaduan terkait Covid-19 akan terus meningkat hingga mencapai rata-rata 250 laporan per hari,” ungkap Diah.

Tiga instansi penerima laporan terbanyak terkait Covid-19 adalah Otoritas Jasa Keuangan dengan total 1.239 laporan. Urutan kedua, adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan 966 laporan. Serta urutan ketiga adalah Polri, dengan total 624 laporan.

Adapun topik laporan yang paling banyak disampaikan oleh masyarakat tersebut adalah terkait dengan penangguhan kredit, permohonan bantuan sosial, pelanggaran physical distancing, pengadaan rapid test, penipuan masker, keluhan dampak corona terhadap ekonomi masyarakat, aduan PHK, laporan kartu pra kerja, subsidi listrik, dan pengembalian tiket kereta api.

Selanjutnya Diah juga berharap bagi daerah yang belum melakukan integrasi aplikasi pengaduannya dengan LAPOR agar segera berkomunikasi dengan Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, demi kelancaran pengaduan Covid-19 di daerah. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.