Tak Semua Orang Mau Gunakan Layanan Fintech, Ini Alasannya

fintech
fintech, foto TechBullion

Fintech, suka tidak suka, telah memudahkan banyak orang dalam bertransaksi. Meski  tak semua orang mau menggunakan layanannya.

BantenTribun.id- Era Industri 4.0 telah mengubah banyak orang dalam melakukan interaksi, termasuk dalam urusan finansial. Perubahan yang paling mencolok tentu terlihat dari cara orang bertransaksi.

Fintech (Finansial Technology) yakni fusi antara sistem pengelolaan keuangan dan teknologi telah merubah cara seseorang bertransaksi, dimana cara konvensional atau tatap muka tak lagi banyak diperlukan. Setiap orang cukup bertransaksi menggunakan aplikasi yang ada dalam genggaman.

Fintech, suka tidak suka, telah memudahkan banyak orang dalam bertransaksi.

Kendati begitu, nyatanya tak semua orang mau menggunakan layanan Fintech dalam keseharian transaksi keuangan.

Dilansir dari laman katadata, hasil survey yang digelar oleh Dailysocial yang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Jakpat sebuah perusahaan survey berbasis Mobile App, mengungkap bila pengguna Fintech yang aktif melakukan transaksi sehari-hari baru mencapai 58,1 persen.

Survey yang melibatkan 1.419 responden itu mengungkap alasan seperti tidak tertarik, sulit, malas berurusan dengan institusi keuangan hingga isu agama, masuk dalam hasil survey.

hasil survey fintech
Hasil Survey Fintech (Grafis Katadata)

Meski begitu ada hal yang patut disyukuri, pasalnya berdasar survey tersebut terjadi peningkatan dalam pemahaman orang Indonesia terhadap layanan keuangan berbasis Fintech. Data menunjukan 70 persen responden mengaku akrab dengan layanan Fintech.

Simplifikasi, Kemudahan dan perbaikan manajemen nampaknya perlu terus di tingkatkan agar masyarkat juga makin berminat menggunakan layanan tersebut.

Mengenal Fintech

Fintech adalah sebuah singkatan dari kata Financial dan Technology. National Digital Research Centre yang berpusat di Dublin, Irlandia mengartikannya sebagai sebuah inovasi dalam layanan keuangan yang memiliki cakupan luas. Fintech menyasar perusahan B2B (Business to Business, maupun Ritel.

Di indonesia,  layanan ini memiliki banyak jenis, mulai rintisan usaha bdang pembayaran, peminjaman, perencanaan keuangan, investasi ritel pembiayaan, remitansi hingga riset keuangan.

Perusahaan startup dibidang layanan finansial teknologi di Indonesia, sebut saja Gopay, Kudo, Ipaymu, OVO, Sakuku BCA, Dompetku Indosat Ooredoo telah eksis dan siap memberikan berbagai kemudahan bagi pengunanya.  (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.