Tak Bisa BTQ, Siswa Baru Bakal Tersingkir dari SMP Favorit di Pandeglang

 

Salah satu siswa sedang mengikuti tes baca Quran di SMPN 1 Pandeglang, Kamis,5/7,( foto -aldo-BantenTribun)
Salah satu siswa sedang mengikuti tes baca Quran di SMPN 1 Pandeglang, Kamis,5/7,( foto -aldo-BantenTribun)

 

Siswa baru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pandeglang tahun ini dipastikan gagal lolos di sekolah favorit pilihannya jika tidak bisa Baca Tulis Quran (BTQ). Peserta didik baru diwajibkan mengikuti tes BTQ sebagai tes kemampuan dasar yang menjadi pelajaran muatan lokal.

Pandeglang, BantenTribun.id- Penerapan Tes Kemampuan Dasar (TKD) berupa Baca Tulis Quran (BTQ) di sekolah jenjang SMP di Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan serentak hari ini, Kamis(5/7), dipastikan menjadi penentu bagi siswa baru untuk diterima disekolah pilihannya. jika pendaftar atau peminat melebihi daya tampung sekolah itu.

Tes BTQ ini selain untuk penentu penerimaan bagi sekolah padat peminat, juga dimaksudkan sebagai ciri khas potensi kedaerahan yang perlu dimasukkan dalam kurikulum sebagai mata pelajaran muatan lokal.

Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Pandeglang nomor 423.5/kep.304-Huk/2017, tentang muatan lokal, dan bahasa daerah Sunda.

Di SMP Negeri 1Karangtanjung, jumlah peminat yang mendaftar tercatat sebanyak 467 siswa. Sementara jumlah yang akan diterima di sekolah ini sesuai daya tampung, sebanyak 396 siswa, terbagi dalam 11 rombongan belajar.

Ada kelebihan sekitar 70 orang yang tidak bisa masuk di sekolah ini. Hari ini tes kemampuan dasar dan BTQ sebagai tahapan seleksi. Mereka yang gagal akan disalurkan ke sekolah terdekat,” kata Ma’mun, kepada BantenTribun, Kamis(5/7).

Menurut Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang, Agus Makdum, kebijakan tes BTQ dalam penerimaan siswa baru tingkat SMP, menjadi kewenangan pihak sekolah.

Disdikbud hanya mengeluarkan ketentuan persyaratan bagi siswa baru tingkat SMP, yang salah satunya punya ijazah MDA,” terang Agus Makdum, saat dihubungi via telephon.

Penerapan tes BTQ untuk mendapatkan jatah bangku di SMP pilihan, ternyata mendapat apresiasi dari orangtua siswa.

Orang tua siswa pendaftar SMP 1 Pandeglang
Orang tua siswa pendaftar SMPN 1 Pandeglang

Sangat bagus kalau tetap mengedepankan pendidikan agama untuk bekal anak-anak kita, karena Pandeglang juga dikenal sebagai kota santri,” kata Badri, salah satu orangtua siswa yang mendaftar di SMPN 1 Pandeglang.

Menurut Saryono, Kepala SMPN 1 Pandeglang, pemberlakuan tes BTQ mengacu pada ketentuan yang mengatur bahwa calon peserta didik harus memiliki ijazah Madrasah Diniyah Aliyah (MDA).

Nah, untuk itu pihak sekolah mengadakan tes BTQ untuk memastikan kembali bahwa siswa yang diterima tersebut benar bisa membaca dan menulis Al-Qur’an,” terang Saryono.

Jumlah pendaftar di SMP tertua di Pandeglang ini mencapai 342 orang. Sedangkan yang akan diterima sebanyak 336 orang.

Sementara untuk SMPN 3 Pandeglang, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 343 dan yang akan diterima di sekolah ini sebanyak 288 siswa terbagi dalam 8 kelas.

Untuk SMP yang masih memiliki daya tampung, tes BTQ tetap dilaksanakan dan dimaksudkan tes penempatan dan pemetaan untuk bimbingan selanjutnya.

Tahun ini jumlah pendaftar di SMPN 1 Kaduhejo sebanyak 254 orang, sedangkan daya tampungnya 272 siswa. Masih ada bangku kosong yang tersedia. Jadi tes BTQ disini untuk penempatan dan penanganan selanjutnya,” kata Ruli Purnama, Kepala sekolah itu.

Hasil tes BTQ bagi siswa baru tingkat SMP, akan diumumkan pada Sabtu (7/7) lusa.(kar)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.