Susah Dimengerti, Ini Fakta isi Otak Perempuan Yang Perlu Dipahami Pria

Banyak pria mengatakan, perempuan itu ribet dan susah dimengerti. Oleh karenanya memahami pikiran dan isi otak perempuan lebih detil perlu dilakukan oleh kaum pria. Supaya tak ada lagi kata  ‘ribet dan susah dimengerti’.

otak perempuan
Foto: Pexels

BantenTribun.id- Bila saat ini viral di media sosial tentang seorang ustadzah yang membahas tentang isi otak pria. Kemudian ia gunakan ilmunya itu untuk menjaga keharmonisan banyak keluarga.

Maka tak ada salahnya, kaum pria, para suami juga memahami isi otak perempuan, serta fakta-fakta dibaliknya.

Hal itu, setidaknya akan menjawab anggapan tentang sosok perempuan yang dianggap ribet dan susah dimengerti.

Referensi tentang fakta isi otak perempuan ini berasal dari seorang penulis dan pakar psikiartris saraf dari Univesitas California, San Francisco, Amerika Serikat. Louann Brizendine, M.D.

Dalam bukunya yang berjudul Female Brain, yang diterbitkan di Amerika Serikat oleh Broadway Books. Louann menjelaskan lebih detil tentang fakta isi otak perempuan. Hal itu akan sangat berguna bagi pria untuk memahami mereka.

Gambaran Isi Otak Perempuan

Sebelum lebih detil memahami tentang fakta isi otak perempuan dan pikiran serta sikap yang timbul darinya. Kita harus mengetahui terlebih dulu tentang  bagian penting dari otak perempuan.

Menurut Louann,  setidaknya ada 7 bagian penting dalam otak perempuan, dan itu berbeda dengan otak pria. Pertama adalah Anterior Cingulate Cortex. Bagian ini berfungsi untuk memilah dan menimbag, membuat keputusan dan pusat kekhawatiran. Bagian ini lebih dominan dibanding otak pria.

otak perempuan
Otak perempuan. Foto: Female Brain Books

Kedua adalah prefrontal cortex (PFC). Bagian ini merupakan pusat pengatur emosi, dan mencegahnya menjadi liar. Ia mengerem bagian lain, Amygdala.

Bagian ini juga lebih besar pada perempuan, dibanding pria. Ini juga membuat remaja perempuan lebih cepat matang dibanding remaja pria.  Setidaknya dalam satu hingga dua tahun.

Ketiga adalah Insula. Ini adalah bagian otak yang bertugas dalam memproses perasaan. Pada perempuan ia lebih besar dan lebih aktif bekerja.

Keempat adalah hipotalamus. Bagian ini bekerja untuk mengeluarkan hormon yang dibutuhkan tubuh, fungsi utamanya untuk memastikan semua bagian tubuh bekerja sebagaimana mestinya.

Bagi perempuan hipotalamus akan makin terasa perannya sejak mereka mengalami pubertas.

Amygdala. Bagian ini mendorong sisi liar perempuan, ia akan dijinakan oleh Prefrontal Cortex (PFC). Amygdala pada perempuan lebih kecil di banding pria.

Keenam, Pituitary Gland. Ini adalah bagian penting pada isi otak perempuan. Ia berperan dalam menghasilkan hormon kesuburan, memproduksi Air Susu Ibu (ASI) dan mendorong sikap keibuan yang tinggi.

Ketujuh dan terakhir adalah hippocampus. Jika perempuan sulit melupakan sebuah kejadian, apalagi yang membuatnya pernah kecewa, dikhianati atau disakit. Maka mereka sulit untuk lupa. Bagian inilah gara-garanya.

Meski begitu, bagian ini juga sulit menghapus kenangan-kenangan indah, romantis dan kasih sayang yang lembut dari orang terdekat. Hippocampus lebih besar pada perempuan dibanding pria.

Gairah Yang Mudah Padam

Gairah seksual akan berhubungan dengan orgasme dan kehamilan. Ini penting bagi pria untuk memahami isi otak perempuan.

Gairah seksual mereka sangat lambat, berbeda dengan pria. Perempuan harus menutup bagian otak tertentu yang berhubungan dengan kecemasan sebelum mendapatkan orgasme yang sukses.

Kekhwatarian tentang anak, pekerjaan, jadwal kegiatan, tentang ketersediaan makanan, rasa marah, dan tidak percaya diri. Bahkan kaki kedinginan pun akan menganggu dan memadamkan gairah, sehingg proses orgasme mereka pun juga terhambat.

Ini penting untuk diketahui pria, supaya menyiapkan suasana romantis dan nyaman, saat akan berhubungan. Agar kenikmatan itu bisa diraih bersama.

Fakta ini juga mendorong pria harus berproses lebih lama, jika ingin pasangannya mencapai kenikmatan seksualnya.

Louann Brizendine bahkan menulis, bila laki-laki langsung panas dengan foreplay 2-3 menit. Maka perempuan setidaknya membutuhkan 10 kali dari itu, agar bisa panas dan bergairah di ranjang.

Lebih lanjut tentang gairah perempuan. Foreplay atau pemanasan yang lembut dan penuh perasaan sangat penting bagi perempuan.

Rasa cinta dan perasaan mereka dipuja dan dibutuhkan pasangan akan muncul difase awal pemanasan.

Lebih jauh, Louann dalam bukunya juga menulis, bila hubungan berkomitmen dan pernikahan membuat otak mencapai orgasme lebih mudah bagi perempuan.

Bila mereka sudah mencapai klimaks, maka oksitosin akan bekerja, mengairkan darah lebih lancar. Pembuluh pun akan membesar. Itulah mengapa wajah perempuan akan memerah bila mencapai puncak kenikmatan. Sama halnya dengan payudara yang merekah.

Dalam fase itu, amigdala, bagian otak perempuan akan tertutup, dan mereka benar-benar nyaman.

Keibuan

Ini adalah sifat dasar perempuan, dan itu tergambar dari isi otak mereka. Bahkan bagi mereka yang awalnya tidak tertarik pada anak-anak pun akan memiliki naluri ini, ketika mereka melahirkan seorang bayi.

Ketika seorang perempuan melahirkan seorang bayi. Saat itu pula secara struktural dan fungsional otak mereka juga berubah. “Bisa dikatakan ini adalah cara alam untuk memastikan kelangsungan hidup.” tulis Louann.

Louann juga menulis fakta isi otak perempuan secara neurologis, mempunyai kode genetik tertentu yang mempengaruhi sifat keibuan mereka.

Dasarnya adalah hormon kehamilan, diaktifkan saat melahirkan, dan diperkuat dengan kontak fisik yang dekat dengan anak.

Proses intens, dari masa kehamilan, kelahiran, menyusui, interaksi dengan anak, dari sentuhan dan bau. Membuat hormon oksitosin perempuan melonjak.

Hasilnya adalah motivasi, perhatian yang tinggi, hingga sikap protektif dan agresif. Otak perempuan juga akan mendorong mereka yang menjadi ibu mengubah prioritas hidupnya, yaitu anak. Taruhannya adalah hidup dan mati.

Dalam fase ini, perempuan juga lebih memilih menghindar adari egresi fisik dan konfontrasi, insting keibuan mendorong mereka melakukan ini.

Itulah yang menjadi alasan, banyak perempuan tetap bertahan, meski mereka berstatus ‘single parent’.

Melihat anak-anak tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan yang lain hingga menjadi orang-orang sukses atau ibu yang hebat. Adalah prioritas perempuan. Itu juga dipengaruhi oleh isi otak mereka.

Memori dan Rasa Sakit

Perempuan bisa bertahan cukup lama dalam memendam rasa sakit, dan kecewa. Bisa memaafkan tapi sulit melupakan.

Mereka sangat rentan engan rasa sakit, hingga stress. Ini juga mendorong mereka lebih rentan terkena depresi.

Bisa dibayangkan, bila mereka berada dalam kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan, rutinitas yang membosankan, belum lagi tidak mendapatkan kehidupan seks yang maksimal. Maka depresi sangat dekat dengan mereka.

Disinilah fungsinyya saling pengertian, komunikasi dan saling motivasi dalam keluarga. Agar ibu sebagai perempuan yang menjaga dan mengurus rumah tangga, terhindar atau setidaknya berkurang dari stress dan rasa sakit. (red)

Mengambil Risiko

Berbeda ketika perempuan masih merawat, menyusui dan memastikan anak-anaknya tumbuh dengan baik. Pada usia 50an, atau pasca menopause, menurut Louann, perempuan cenderung butuh tantangan baru.

Mereka butuh aktualisasi diri setelah puluhan tahun membawa kendaraan motor atau mobil mengantar anak-anak sekolah, belanja, membersihkan tempat tidur menyiapkan makanan dan sebagainya. Pada usia 50an, perempuan ingin menjadi dirinya sendiri.

Menurut Louann dalam bukunya itu menulis, . Perubahan ini telah dilihat sebagai momen perkembangan psikologis, tetapi juga kemungkinan dipicu oleh a realitas biologis baru yang berbasis di otak perempuan.

Pada usia itu, perempuan akan mulai aktivitas baru, bisa saja aktivitas sosial, seperti menyumbang untuk komunitas, bertualang ke tempat jauh, atau yang lainnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.