Striker Nomor 9 AC Milan, Dulu Hebat Kini Bagai Kutukan

Striker Nomor 9 AC Milan dulu ditakuti lawan, sejak jaman layar hitam putih hingga awal 2000-an, Milan sering memiliki striker tajam dengan nomor punggung itu, namun kini seperti kutukan.

striker nomo 9 ac milan
striker nomo 9 milan. foto Wikipedia

BantenTribun.id- AC Milan kini bukanlah tim yang diperhitungkan dalam kontestasi Liga Champion. Alih-alih berkompetisi di liga paling bergengsi eropa itu, I Rossoneri lebih sering tertatih di kompetisi lokal.

Ironis memang, sebab tim kebanggan kota Milan itu adalah pemilik 7 gelar Liga Champion. Terakhir mereka rebut 13 tahun lalu.Salahsatu rahasia kehebatan Milan adalah striker nomor 9.

Dalam beberapa dekade, tim yang bermarkas di San Siro itu memang selalu memiliki striker nomor 9 yang tajam dalam mengoyak gawang lawan.

Aldo Boffi

Pemain Milan dari tahun 1939-1943 adalah peraih tiga kali sepatu emas Liga Italia. Boffi menjadi satu-satunya pemain kala itu, yang mampu menyaingi legenda Inter, Giuseppe Meazza.

Bisa dibilang, Boffi adalah generasi nomor 9 Ac Milan pertama yang sukses mencetak banyak gol.

Dilansir dari laman klub, sosok kelahiran 1915 telah mengemas 136 gol dalam 194 pertemuan. Di Liga Italia, Boffi mampu mencetak 109 gol dalam 163 pertandingan.

Gunnar Nordahl

Gunnar Nordahl adalah legenda Swedia dan Milan. Bersama Swedia, Nordahl mampu merebut emas Olimpiade London.

Sementara bersama Milan ia mampu mengembalikan gelar jaura kala itu. Sesuatu yang sebelumnya sangat sulit dicapai.

Nordahl bergabung dengan Milan pada Januari 1949 dari IFK Norrkoping, dan bersama Rossoneri, pemain ini sanggup mengemas 221 gol dalam seluruh pertandingan.

Sementara di Serie A, Nordahl mengoyak gawang lawang 210 kali dalam 215 laga yang ia lakoni.

Striker Nomor 9 Ac Milan, Marco van Basten

Striker Nomor 9 Ac Milan ini juga legenda bagi AC Milan. Marco van Basten adalah idola bagi pecinta bola di awal 90-an.

Bersama rekan setim yang juga dari Belanda, yaitu Frank Rijkaard, dan Ruud Gulith, Basten mampu mengembalikan kejayaan Milan. Marco van Basten mengantar Milan menjuarai Liga Champion.

Penghargaan pribadi pun banyak ia dapatkan baik saat di Milan atau klub sebelumnya, Ajax Amsterdam. Ia adalah peraih Ballon d’or tiga kali, yaitu di tahun 1998, 1989 dan tahun 1992.

George Weah

George Weah mungkin satu-satunya striker nomor 9 Milan dari Afrika. Sukses tiga musim bersama Paris Saint Germain, membuat Rossoneri kepincut. Weah pun hijrah ke Italia pada tahun 1995.

Milan adalah kenangan terindah untuk pria Liberia itu, bersama klub itu ia menjadi pemain Afrika pertama yang mampu meraih Ballon d’or sekaligus pemain terbaik dunia versi FIFA.

Prestasi terbaik bersama Rossoneri adalah membawa klub itu merebut scudetto di musim pertamanya.

Fillipo Inzaghi

Inzaghi adalah anomali striker nomor 9 AC Milan. Jika dibandingkan dengan striker nomor 9 AC Milan sebelumnya, sosok yang kini berusia 46 tahun itu mungkin penyerang dengan skill pas-pasan.

Meski begitu, ia adalah striketr cerdas. Inzaghi adalah sosok striker yang tajam dan tahu cara mencetak gol. Ia punya daya jelajah dan pandai mencari posisi.

Kiprah striker nomor 9 AC Milan ini mulai hadir sejak bergabung dengan Atalanta, bersama klub semenjana, pria kelahiran piacenza mulai menunjukan taringnya.

Sukses di Atalanta, Inzaghi dipinang Juventus. Bersama “Nyonya Tua” Ia dan Delpiero menjadi duet maut yang menakutkan kiper lawan.

Tapi Super Pippo adalah AC Milan, ia mengakhiri karirnya bersama Rossoneri. Bersama klub terakhirnya ini ia mampu memberi banyak gelar, termasuk Liga Champion.

Seperti Kutukan

Entah kenapa, selepas Inzaghi, tak ada lagi striker nomor 9 AC Milan yang fenomenal, Alexandre Pato yang digadang menjadi suksesor Inzaghi gagal, begitupun dengan striker berikutnya Alessandro Matri.

2014, Milan meminjam “Pangeran dari Madrid” Fernando Torres . Tapi tajinya tak setajam saat di Vicente Calderon.

Sedihnya Torres tak berkutik di Milan, ia hanya mampu bermain dengan 10 pertandingan dan mencetak satu gol.

Nomor 9 bagi striker Milan seperti sebuah kutukan. Mattia Destro, Luiz Adriano, Gianluca Lapadula, Andre Silva, Gonzalo Higuain, dan Krzysztof Piatek tak mampu memikul beban nomor 9.

Secara teknis jelas kondisinya berbeda. Milan di masa Inzaghi dan Weah dan Van Basten misalnya. Mereka didukung oleh gelandang-gelandang fenomenal, pejuang dan pengumpan yang baik.

Van Basten memiliki Rijkaard dan Gullith yang seperti satu hati dengannya, begitupula dengan Inzaghi, ada pemain-pemain level atas di sisi gelandang, belum lagi tandem Inzaghi di depan yang tak kalah trengginas. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.