SPBE: Solusi dan Dilema Di Masa New Normal

spbe
Rini Widyantini, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB. Foto Kemenpan

Banyak kendala yang dihadapi daerah dalam penyelenggaraan SPBE dan peningkatan penggunaan informasi teknologi di tingkat daerah.

BantenTribun.id,- Konsep dan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi faktor penting dalam peningkatan layanan publik di masa new normal.

Pelayanan kependudukan, perizinan usaha, layanan pajak, dan berbagai pelayanan publik lainnya yang menjadi tanggungjawab pemerintah tak bisa lepas dari sistem elektronik atau sistem informasi teknologi (IT).

Terlebih dimasa new normal dimana interaksi tatap muka antara aparat pemerintah dan penerima layanan dikurangi karena mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyadari pentingnya peran IT dalam penyelenggaraan layanan publik di masa new normal.

Oleh karena itu, ia mengaku pihaknya terus mendorong agar kementerian / lembaga baik pusat maupun daerah untuk meningkatkan penggunaan IT dalam layanan publik.

“Kita terus mendorong perbaikan pelayanan publik, artinya kita kurangi layanan tatap muka dan meningkatkan penggunaan IT,” ungkap Rini Widyantini, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB di Jakarta.

Menurut Rini, dasar hukum SPBE sudah jelas seperti tertuang  daam Peraturan Presiden (Perpres) 95/2018.

Hanya saja Rini juga menyadari banyak kendala yang dihadapi daerah dalam penyelenggaraan SPBE dan peningkatan penggunaan informasi teknologi di tingkat daerah.

“Tidak semua unit pelayanan dapat beroperasi dari offline mejadi online terutama pada daerah yang minim infrastruktur,” Katanya.

Rini menambahkan, soal minimnya infrastruktur agar menjadi perhatian dari instansi terkait agar masyarakat memperoleh hak yang sama dalam menerima pelayanan.

Bagi unit pelayanan yang terpaksa harus bertatap muka langsung dengan masyarakat Rini meminta agar protokol kesehatan dipatuhi dengan sungguh-sungguh. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.