Soal Majalah Suara Guru Banten, Anggota AMS Angkat Bicara

Eka Supriatna, Anggota Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kab Pandeglang. foto- dokpri.

Pandeglang, BantenTribun.id – Eka Supriatna , anggota Angkatan Muda Siliwangi (AMS),  angkat bicara terkait akan “dipolisikannya “Pengurus Majalah Suara Guru Banten (SGB) oleh pengusaha percetakan majalah itu.

Eka Supriatna, yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Pandeglang ini,  membenarkan jika sepengetahuannya, pengurus majalah SGB, sampai detik ini,  belum menyelesaikan kewajiban  membayar ongkos cetakan sesuai kesepakatan awal dengan pengusaha.

Menurutnya,  secara pribadi, ia ikut mendampingi saat kesepakatan mekanisme pemesanan dan pembayaran itu dibicarakan kedua pihak.

Baca juga: Pengurus Majalah SGB Akan Dipolisikan Pengusaha Cetakan

 “Awalnya mereka  saling percaya saja karena sudah saling kenal. Tapi  harus diingat, saya waktu itu atas nama pribadi- bukan lembaga- karena saya kenal baik dengan kedua pihak. Jika  belum ada kejelasan pembayaran sama sekali maka rasanya sangat disayangkan,” jelas Eka, kepada BantenTribun, Senin (18/9) via selulernya.

Eka juga meminta  pihak PGRI Propinsi Banten  dan pengurus majalah itu, untuk segera menyelesaikan kewajibannya kepada pengusaha, secara baik-baik.

“Kasihan lah pengusaha yang bermodal kecil, apalagi kondisi Pak Ramjani sedang sakit.  Saya juga sudah sering mewanti-wanti kepada pengurus untuk memprioritaskan pembayaran,” kata Eka Supriatna  lagi.

Anggota AMS ini juga mengingatkan agar kedua pihak bisa duduk bareng untuk menyelesaikan persoalan, sebelum dibawa ke jalur hukum.

“Malu lah kalau persoalan seperti itu jadi ramai dan  harus masuk wilayah hukum,” ucap Eka.

Ramjani Sugiri, pengusaha percetakan yang berencana mempolisikan pengurus Majalah SGB, memastikan pihaknya sangat serius akan membawa persoalan itu ke kepolisian. Namun begitu ia tetap berharap pihak SGB punya itikad baik untuk segera menyelesaikan kewajibannya sesuai kesepakatan sebelum habis batas waktu toleransi yang diberikan.

“Ini mah ditelepon aja nda bisa, kalau nyambung  selalu diping-pong, katanya sudah ngutus pengelola untuk menemui saya dan menyelesaikan pembayaran, tapi mana sampai hari ini (Sabtu, 16/9- red)  nggak ada yang datang,” tandas Ramjani.

Penanggungjawab Majalah SGB,  Aep Junaedi, belum bersedia menjawab pertanyaan. Lewat pesan WatsApp yang diterima BantenTribun, Senin (18/9), Aep Junaedi  hanya menjelaskan sedang rapat di SMKN 2 Kota Tangerang. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.