SMPN 1 Karangtanjung Optimis Hadapi UNBK 2018

Kepala SMPN1 Karangtanjung,Drs H.Ma'mun MPd, optimis sekolah dan siswanya
Kepala Sekolah SMPN1 Karangtanjung, Drs H.Ma’mun MPd, optimis sekolah dan siswanya siap menghadapi UNBK tahun 2018.(foto-kar-BantenTribun)

SMP Negeri 1 Karangtanjung  , mengaku optimis bisa menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tahun 2018.  Sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di Kabupaten Pandeglang ini, tercatat salah satu sekolah yang siap melaksanakan UNBK mandiri, dan sudah 2 kali melakukan simulasi ujian.

BantenTribun.id –Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SMPN) Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, sebagai sekolah yang tercatat memiliki siswa terbanyak di kabupaten ini, menyatakan kesiapan dan optimis dalam menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) utama  yang dijadwalkan mulai tanggal 23 hingga 26 April 2018, atau dua pekan sebelum memasuki bulan Ramadhan depan.

Tahun ini,  Siswa SMPN 1 Karangtanjung yang akan mengikuti ujian berbasis komputer, sebanyak 474 siswa, yang direncanakan terbagi dalam 3 sesi. Sebanyak 6 ruang kelas khusus untuk pelaksanaan  ujian nanti sudah disiapkan.

“Tahun ini kami melaksanakan UNBK untuk kedua kalinya. Khusus tahun ini dilaksanakan secara mandiri, artinya diadakan di sekolah. Tahun lalu kami masih numpang ikut UNBK di SMAN 1. Jumlah siswa yang bakal mengikuti ujian tahun ini sebanyak 474 siswa,” kata Drs. H. Ma’mun MPd, Kepala Sekolah SMPN 1 Karangtanjung, kepada BantenTribun, di ruang kerjanya, Selasa(20/2).

Menurut Ma’mun, dengan jumlah siswa sebanyak itu, pihak sekolah terpaksa membagi 3 ship pelaksanaan ujian. 6 ruang kelas juga sudah disiapkan untuk pelaksanaannya.

“Semula kita mau membagi 2 ship, namun  masih terkendala dengan jumlah perangkat komputer yang harus disiapkan,” terang Ma’mun.

Saat ini, sekolah yang sudah berakreditasi A ini, masih kata Ma’mun, sebenarnya baru memiliki 50 unit komputer yang sudah siap. Kekurangan jumlah unit, bisa diatasi dari laptop guru-guru dan siswa yang sdh menyatakan kesiapannya.

“Untuk 3 ship pelaksanaan ujian diperlukan minimal 160 unit komputer. Sedangkan saat ini sekolah baru ada 50 unit yang tersedia. Sisa kekurangannya disiapkan dari guru dan siswa, termasuk saya pribadi menyiapkan 7 unit laptop untuk digunakan saat ujian nanti,” jelasnya.

Ma’mun mengatakan lebih lanjut, jika rasa optimisnya menghadapi UNBK tahun ini juga didasari  hasil simulasi  ujian yang sudah 2 kali dilakukan. Persoalan tehnis, terkait kesiapan pasokan listrik, dan jaringan internet juga sdh dikoordinasikan dengan pihak Disdikbud Pandeglang dan pihak terkait.

“Pelaksanaan UNBK secara mandiri memang disuarakan pihak sekolah dan sudah dibicarakan dengan orangtua siswa. Pelaksanaan UNBK di sekolah sendiri, secara psikologis, siswa akan merasa lebih nyaman dan  lebih siap menghadapi, artinya beban mental  siswa berkurang,” urainya.

Sabrina, siswi kelas 3 sekolah ini, mengaku sudah siap menghadapi UNBK yang akan dilaksanakan di sekolahnya.

“Sudah 2 kali ikut simulasi UNBK. Untuk pelajaran matematika, memang agak sulit, tapi InsyaAllah kita semua sudah siap dan optimis,” kata Sabrina  yang diamini temannya, kepada BantenTribun.

Sahat Marudut, Wakasek Kurikulum dan guru Bahasa Inggris di SMP ini, juga mengaku optimis siswa didiknya sudah siap dalam menghadapi UNBK Mei nanti. Menurutnya, siswa tidak mengalami kendala dengan penggunaan laptop saat ujian nanti.

Sabrina, siswi kelas 3 SMPN1 Karangtanjung, optimis menghadapi UNBK tahun 2018,(foto-kar-BantenTribun)
Sabrina bersama temannya, siswi kelas 3 SMPN1 Karangtanjung ini , mengaku  optimis bisa  menghadapi UNBK tahun 2018,(foto-kar-BantenTribun)

“Siswa di sekolah ini sudah terbiasa dengan penggunaan laptop. Jadi tidak masalah pada saat ujian apakah menggunakan laptop atau komputer meja,” jelas Sahat

Seperti diketahui, Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pandeglang tahun 2018, akan diikuti sebanyak 10.990 siswa. Sekolah yang masih menerapkan Ujian Nasional berbasis  Kertas dan Pensil (UNKP), ada 247 sekolah dengan jumlah 12.489 siswa.

Sebanyak 7.450 siswa dari 58 SMP Negeri dan 3.540 dari 30 sekolah swasta. Jumlah itu meliputi 88 SMP di Pandeglang yang siap melaksanakan ujian yang awalnya dikenal dengan nama Computer Based Test (CBT) itu.

“Tahun ini ada 88 SMP yang siap menerapkan ujian menggunakan komputer karena telah didukung oleh perangkat yang memadai. Sekolah lain belum ada perangkatnya. Lagi pula masih diperbolehkan secara manual,” jelas Olis Solihin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang, beberapa waktu lalu.

Sedangkan sisanya, terdiri 94 sekolah negeri dan 153 sekolah swasta akan melakukannya secara bertahap. Sejauh ini belum ada keharusan dari pemerintah bahwa semua SMP wajib menerapkan UNBK.

“Sampai hari ini belum ada penambahan jumlah sekolah yang menyatakan kesiapan mengikuti ujian berbasis komputer.Jadi jumlahnya tetap seperti diatas,” kata Maman Abdurahman, Kabid Pendas Disdikbud, kepada BantenTribun, via telephone. *(kar/Adv)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.