Sidang Ketiga Kasus “Ki Ngawur” Penista Agama dari Cibitung

Sidang ketiga penista agama dari Cibitung , digelar PN Pandeglang, Selasa,6/3, dan menghadirkan 4 saksi pelapor
Sidang ketiga penista agama dari Cibitung , digelar PN Pandeglang, Selasa,6/3, dan menghadirkan 4 saksi pelapor(foto-ist)

Pengadilan Negeri Pandeglang kembali menggelar sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Arnoldi Bahari alias Ki Ngawur Permana, Selasa (6/3/2018).Sidang kali ini merupakan sidang ketiga, dan menghadirkan 4 saksi.

Pandeglang,BantenTribun.id– Sidang yang ketiga ini, dengan agenda mendengarkan keterangan 4 orang saksi pelapor yang berasal dari warga dan tokoh masyarakat Kecamatan Cibitung, yakni Solihin, Abdullah, KH Haerudin, dan Nurhawi. Dan dipimpin oleh Hakim Kony Hartanto.

Solihin , salah seorang saksi sekaligus pelapor, menyampaikan kesaksiannya bahwa terdakwa menganut pemahaman Islam yang berbeda. Salah satunya dengan memelihara anjing dalam jumlah yang banyak, bahkan sampai dibawa tidur.

“Padahal dalam syariat ajaran Islam kan dilarang,” ujar Solihin dalam keterangannya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fauzul Ma’ruf mengungkapkan, saat ini memasuki proses membuktikan surat dakwaan yang diajukan dalam persidangan. Jaksa penuntut mengaku puas atas kesaksian yang disampaikan.

“Prosesnya saat ini akan membuktikan surat dakwaan yang diajukan dalam persidangan untuk membuktikan unsur pasal yang didakwakan JPU kepada terdakwa,” katanya.

“Setidaknya tidak ada yang meleset dari dakwaan yang disampaikan JPU,” imbuh Fauzul.

Penasehat Hukum Terdakwa, Pratiwi Febry mengatakan, keterangan saksi yang disampaikan tidak membuktikan apapun perihal dugaan penodaan agama atau menyebarkan hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan bahkan yang meresahkan masyarakat berdasarkan SARA.

“Sejak tadi, majelis hakim tidak menggali tujuan dari terdakwa menulis status di medsos,” tuturnya.

Pratiwi menyatakan, ada hal ketidakkonsistenan dari para saksi. Sebab, ada perbedaan antara laporan polisi dan keterangan saksi Haerudin. Lalu saksi Solihin dan Nurhawi menunjukkan bukti screenshoot status terdakwa yang berbeda dengan BAP maupun surat dakwaan.

Pekan depan, sidang  diagendakan untuk mendengarkan keterangan dari saksi ahli.

Kasus ini bermula pada bulan November 2017 lalu, dimana Arnoldi bersama isterinya, dilaporkan warga Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung atas dugaan penistaan agama. Pasalnya, dalam beberapa kali postingannya di media sosial Facebook dengan nama akun Ki Ngawur Permana, Arnoldi mengunggah pernyataan yang meresahkan warga.

Massa menghadiri sidang Ki Ngawur, penista agama dari Cibutung, di PN Pandeglang, Selasa,6/3.( foto-BantenTribun)
Massa menghadiri sidang Ki Ngawur, Terdakwa penista agama dari Cibutung, di PN Pandeglang, Selasa,6/3.( foto-BantenTribun)

Salah satunya, yang mengatakan bahwa saat menyebutkan kalimat syahadat, Allah SWT harus berwujud.

Atas laporan itu, Polisi lalu mengamankan Pasutri tersebut untuk menghindari aksi anarkis dari warga. Apalagi warga dengan tegas menyatakan menolak menerima kembali keberadaannya.

Dari olah TKP yang dilakukan Polisi dikediaman terdakwa, diamankan beberapa barang seperti Proyektor, Metal Detektor, handycam, CPU, satu unit IPad merek Apple, kartu memori, 7 buah buku catatan pribadi, 1 buah buku kumpulan ilmu sihir, serta 1 pak kartu ramal. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.