Seminar Nasional LPEI, Diwarnai Banyak Keluhan Peserta

Seminar Nasional kerjasama LPEI Disdikbud Pandeglang di Badiklat Karangtanjung, Senin(8/5) banyak dikeluhkan peserta.( foto-aldo-BantenTribun)
Seminar Nasional kerjasama LPEI Disdikbud Pandeglang di Badiklat Karangtanjung, Senin(8/5) banyak dikeluhkan peserta.( foto-aldo-BantenTribun)

Seminar Nasional Ketrampilan Komunikasi dan Strategi Mengajar bagi Guru, hasil kerja bareng Lembaga Pengembangan Edukasi Indonesia (LPEI) dan Disdikbud Pandeglang, banyak menuai keluhan peserta dan mengecewakan.Panitia pelaksana dianggap tidak profesional.

Pandeglang, BantenTribun.id – Seminar Nasional yang di gelar oleh Lembaga Pengembangan Edukasi Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud) Kabupaten Pandeglang diwarnai banyak keluhan peserta.

Acara  seminar nasional yang menghadirkan Kak Seto sebagai salah satu pembicaranya tersebut di langsungkan di Badan Diklat Provinsi Banten di Karangtanjung – Pandeglang, Selasa (08/05/2018).

Salah seorang peserta seminar, Eneng Nurhasanah mengatakan, harapan mendapatkan pengetahuan baru dari para narasumber ternama seperti Kak Seto, tidak seperti yang diharapkan.

Ia menilai  pihak panitia penyelenggara sepertinya kurang persiapan. Selama kegiatan berlangsung,  suasana tidak kondusif akibat pengeras suara tidak berfungsi secara maksimal. Selain itu, fasilitas toilet yang tidak tersedia air serta masih banyaknya peserta yang tidak mendapatkan snack.

” Sound yang di gunakan tidak maksimal, suaranya kurang jelas terdengar sampai barisan belakang peserta. Fasilitas toilet juga tidak ada air dan snack makanan bagi peserta yang kekurangan,”kata Eneng.

Hal senada dikatakan peserta lain, Harini.  Menurutnya, untuk mengikuti kegiatan  seminar tersebut peserta membayar uang administrasi sebesar Rp. 250.000, dengan mendapatkan fasilitas ID card, Snack, KIT Materi dan Makan.

” Sangat di sayangkan kondisi sound  buruk dan tidak terdengar jelas. Belum lagi kondisi ruangan yang panas, toilet yang tidak ada airnya,  snack kurang dan makan juga terlambat.Kami berharap panitia pelaksanaan seminar selanjutnya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Panasnya ruangan, membuat peserta seminar terpaksa menggunakan kardus bekas Snack menjadi kipas darurat. Beberapa peserta juga memilih untuk meninggalkan ruangan dan berteduh di sekitar halaman ruangan kegiatan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan Seminar Nasional dari Lembaga Pengembangan Edukasi Indonesia, Ahmad Legowo mengaku pihaknya sudah mengkroscek tempat dan berbagai perlengkapan yang digunakan dalam acara tersebut.

” Sebelum pelaksanaan kami sudah melakukan pengecekan soal tempat dan perlengkapan, akan tetapi meskipun telah kami persiapkan dengan baik pada pelaksanannya  masih ada kesalahan teknis, tentunya ini semua akan jadi bahan  evaluasi kami selaku panitia penyelenggara,” terang Ahmad.(Aldo/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.