Sel Wawan Kosong, Banten Bersih Desak KPK Percepat Proses Tindak Pidana Pencucian Uang

 

 Banten Bersih mendesak KPK untuk menuntaskan tindak pidana pencucian uang para terpidana korupsi.(foto-ist-BantenTribun)
Banten Bersih mendesak KPK untuk menuntaskan tindak pidana pencucian uang para terpidana korupsi.(foto-ist-BantenTribun).

 

Kosongnya sel tahanan Tb Haeri Wardhana- adik mantan Gubernur Banten- dan Fuad Amin, saat penggeledahan oleh KPK di Lapas Sukamiskin Bandung, semakin menguatkan jika napi koruptor masih memiliki kekayan menggunung. Dengan pundi-pundi harta yang ada, mereka bebas keluar masuk lapas. Banten Bersih meminta KPK untuk mempercepat proses tindak pidana pencucian uangnya.


Pandeglang, BantenTribun.id– Penangkapan yang dilakukan KPK terhadap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein, serta penyegelan terhadap 2 kamar sel penghuni terpidana korupsi atas nama Fuad Amin dan Tb Haeri Wardhana alias Wawan,- adik mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah- oleh KPK sangat mengejutkan publik.

Penyegelan sel penghuni terpidana korupsi di lapas, mungkin baru pertama terjadi. Kosongnya terpidana saat penggeledahan, semakin menguatkan kabar lama yang beredar di masyarakat, jika para terpidana masih leluasa keluar masuk lapas dan masih mengendalikan proyek-proyek, terutama terpidana yang masih berada dalam lingkungan kekuasaan.

Tb Haeri Wardhana alias Wawan, diduga kerap keluar masuk lapas dan hanya mendekam di kamarnya cuma 2 hari dalam sepekan. Motifnya, selain plesiran, juga untuk mengunjungi istrinya, Airin Rahmi, walikota Tangsel Banten.

Rumor itu sudah lama kami dengar, bahkan informasi yang kami peroleh, Wawan hanya berada dalam Lapas 2 hari dalam 1 pekan. Motifnya diduga plesiran dan mengunjungi istrinya Airin Rahmi Diany Walikota Kota Tangerang Selatan,” kata Gufroni, Koordinator Banten Bersih, kepada BantenTribun, Minggu (22/7).

Praktik semacam itu diduga sudah lama terjadi. Keterlibatan pihak lapas dalam memuluskan keluarnya terpidana bebas berkeliaran di luar, karena adanya suap atau jual beli fasilitas lapas.

Terpidana korupsi, yang masih memiliki banyak sumber kekayaan, dan belum disita KPK, membuat mereka leluasa menyuap petugas lapas.

Mensikapi hal itu, Banten Bersih mendesak KPK untuk mempercepat proses dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Wawan dan kakaknya Atut Chosiyah, serta menyita harta kekayaan yang didapat dari hasil korupsi yang masih disembunyikan oleh terpidana tersebut.

Banten Bersih, meminta KPK untuk lebih meningkatkan upaya pemberantasan korupsi di Banten dan mengungkap oknum pejabat di Pemrov Banten yang terlibat praktik kongkalingkong bersama Wawan untuk menguasai kembali proyek-proyek di Banten.

Gufroni juga meminta KPK untuk menelusuri lebih lanjut motif beberapa penghuni Lapas dalam hal ini Wawan, yang diduga sering keluar masuk Lapas.(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.