Sekolah Polisi Polda Banten Diserbu Ulat Bulu, Ternyata Kurai “Biang Keroknya”

Petugas dari Distan Pandeglang melakukan penyemprotan ulat bulu yang menyerang SPN Polda Banten,Kamis,19/7,( foto-ist-BantenTribun)

Petugas dari Distan Pandeglang melakukan penyemprotan ulat bulu yang menyerang SPN Polda Banten,Kamis,19/7,( foto-ist-BantenTribun). 

Puluhan ribu ulat bulu yang menyerbu Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Banten di Mandalawangi Pandeglang, ternyata sudah berlangsung cukup lama dan rutin terjadi. Dinas Pertanian Pandeglang yang turun melakukan penyemprotan, menjelaskan penyebab serbuan binatang menjijikan tersebut.Kurai, ternyata “Biang Keroknya”.

Pandeglang, Bantentribun.id- Serbuan ulat bulu berwarna hitam yang menyerang Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Banten di Kecamatan Mandalawangi Pandeglang, rupanya sudah berlangsung cukup lama,dan siklus tahunan.

Wabah ulat bulu yang menyerbu kawasan sekolah pencetak polisi yang memiliki luas sekitar 21 hektar itu, juga diketahui terjadi hampir setiap tahunnya. Namun, serbuan ulat bulu hitam se-ukuran jari kelingking bayi tersebut tergolong tidak membuat gatal meskipun sangat ‘menjijikan’ bagi sebagian orang.

Tahun ini, ulat bulu hitam yang melanda SPN ternyata jumlahnya lebih banyak dan menyebar dalam area lebih luas dari serangan ulat yang pernah terjadi sebelumnya.

Dari informasi yang saya peroleh, tahun ini jumlahnya lebih banyak dari yang pernah terjadi. Mungkin akibat cuaca ekstrem, sehingga ulat mencoba migrasi mencari tempat yang lebih lembab, seperti ruangan kelas dan barak siswa,” kata Opi Sopiyah, Kasie Perlindungan Tanaman (Perlintan) Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Pandeglang, usai melakukan penyemprotan, kepada BantenTribun, Kamis(19/7) sore.

Menurutnya, sumber ulat bulu diduga berasal dari pohon penyangga di sekitar area SPN yang memang menjadi habitat favorit ulat itu.

Kalau pada akhirnya ulat sampai pada bangunan kelas dan barak, karena ranting atau dahan pohon itu memang jaraknya terbilang dekat dengan bangunan tadi. Menurut petugas di situ, serbuan ulat sudah ada sejak bulan puasa,” terangnya.

Kata orang sini mah pohon yang jadi sumber ulat bulu itu namanya pohon Kurai, daunnya seperti daun pohon Kedondong, namun agak kecil, beranting banyak dengan batang besar,” imbuh Heri, Kasie Perlintan Bidang Holtikultura, kepada BantenTribun.

Karakteristik pohon Kurai yang masuk dalam keluarga kedondong ini, dipastikan akan menimbulkan ulat bulu karena sudah siklus tahunan dalam setiap pergantian menjelang musim berbunga.

Hal itu tidak bisa dihindari, ulat bulu menjadi organisme yang membantu rontoknya daun sebelum berbunga. Jika munculnya ulat dianggap mengganggu, ya sebaiknya diganti dengan pohon lain untuk penyangganya semisal pohon Mahoni atau Petai,” tambah Asep Mahfudin Kasie Perlintan Bidang Perkebunan, Jumat(20/7), kepada BantenTribun.

Penyemprotan pengendalian ulat bulu yang menyerbu SPN Mandalawangi( foto-ist-BantenTribun)
Penyemprotan pengendalian ulat bulu yang menyerbu SPN Mandalawangi( foto-ist-BantenTribun)

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Petanian Pandeglang, Nasir Daud, mengatakan penyemprotan ulat bulu yang menyerang SPN Mandalawangi, menggunakan insektisida hama yang biasa digunakan untuk membasmi tanaman pangan maupun hortikultura.

Pihak Distan tidak mempunyai insektisida spesefik untuk jenis ulat bulu. Tapi mudah-mudahan dengan menggunakan insektisida hama ulat tanaman, wabah ulat bulu hitam di SPN juga bisa teratasi,” kata Nasir kepada BantenTribun, di kantornya.

Diketahui sebelumnya, pihak SPN Polda Banten terpaksa meminta bantuan Dinas Pertanian Pandeglang, Rabu (18/7), untuk mengatasi serangan ulat bulu yang memasuki bangunan mako, barak penginapan dan ruang kelas siswa.

Distan meresponnya dengan melakukan tindakan penyemprotan pada Kamis(19/7), atau sehari pasca permintaan itu.(kar)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.