Sail to Krakatau Kembali Digelar April Tahun Ini

Sail to Krakatau yang pertama digelar tahun 2016,  Tahun ini, 29 April, akan kembali dihelat ( foto-Nur-BantenTribun)
Sail to Krakatau yang pertama digelar tahun 2016, Tahun ini, 29 April, akan kembali dihelat ( foto dok-Nur-BantenTribun)

Sail to Krakatau, sebuah event perjalanan wisata mengarungi Selat Sunda dengan Kapal Motor Penumpang (KMP) tahun ini kembali digelar.  Event ini akan dilangsungkan 29 April 2018, dan diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan bertandang ke Kota Cilegon.

Cilegon,BantenTribun.id- – Sail to Krakatau, tahun ini akan kembali digelar pada 29 April 2018, sebagai rangkaian event peringatan hari jadi Kota Cilegon ke 19. Event ini diharapkan bisa menjadi magnet mendatangkan wisatawan bertandang ke kota ini.

Event ini berupa perjalanan wisata mengarungi Selat Sunda dengan Kapal Motor Penumpang (KMP) menuju anak gunung Krakatau.

Peserta Sail to Krakatau dapat menyaksikan langsung pesona anak gunung Krakatau dan deretan pulau kecil yang berada di sekitarnya hingga matahari terbenam (sunset).

“Momentnya sunset, ‎ketika tiba di sana melihat sunset, dari atas kapal mungkin bisa selfie,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cilegon, Asy’ad Syukri saat menggelar jumpa pers di hotel The Royale Krakatau, Kamis (15/3/2018).

Direncanakan, setelah bertolak dari dermaga IV Pelabuhan Merak, panitia menyajikan pesta kostum tradisional dan hiburan musik reggae yang diharapkan mampu mengobati kejenuhan peserta selama dalam perjalanan wisata bahari yang akan memakan waktu sekira 3 jam tersebut.

Setelah puas menikmati pemandangan gunung vulkano yang masuk dalam wilayah Lampung Selatan itu,  wisatawan akan diajak menyusuri barisan kerlap-kerlip lampu industri yang berada di sepanjang pantai Anyer-Merak pada malam hari.

“Cilegon harus punya banyak event. CEC sudah berjalan, Sail to Krakatau ngga ada dananya kita turun bersama stakeholder. Pemerintah sudah maksimal dalam memberikan dukungan, tapi kita ke depannya berharap pariwisata ini disupport, karena dampaknya ke masyarakat luar biasa,” kata Fredy Indardi, Ketua Pengelola Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Cilegon. (Gun./red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.