Rencana Pendirian Kandang Ayam di Cinangka, DPRD Serang Tersinggung

Masyarakat melakukan aksi demo penolakan rencana pembangunan peternakan ayam di Desa Cinangka Kabupaten Serang (foto-FZ-BantenTribun)

Masyarakat melakukan aksi demo penolakan rencana pembangunan peternakan ayam di Desa Cinangka Kabupaten Serang (foto-FZ-BantenTribun) 

DPRD Kabupaten Serang merasa tersinggung  dan tantang pusat terkait rencana pembangunan peternakan ayam di lahan seluas 15 hektar di Desa Cinangka Kabupaten Serang. Perusahaan dikabarkan sudah mengantongi ijin dari pusat. Masyarakat melakukan aksi demo penolakan rencana itu.

Serang, BantenTribun.id– Ratusan masyarakat dari tiga desa diwilayah  Kecamatan Cinangka yang tergabung dalam Relawan Pembela Rakyat Cinangka (RPRC) lakukan aksi turun kejalan menolak tegas rencana pembangunan Peternakan ayam diwilayah Desa Cinangka Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang. Rabu, (31/10).

Mereka melakukan aksi penolakan tersebut lantaran khawatir dampak lingkungan dan sosialnya dengan keberadaan kandang ayam.

Menurut kordinator aksi, syahroni, masyarakat merasa tidak nyaman dengan rencana pembuatan peternakan ayam itu.

“Kami merasa tidak nyaman, dan kamipun tidak diajak kordinasi dengan masyarakat, sedangkan di kampung ini ada tiga desa, tidak diajak bicara. Kalau diajak bicara tidak akan begini dampaknya.” katanya.

Peruntukan peternakan yang luas tanahnya sekitar 15 hektar tersebut menurutnya, tanpa diketahui masyarakat sama sekali dan tidak ada sosialisasi sebelumnya.

” Keinginan kami, sejak pembelian tanah, pembebasan tanah kordinasi,mau dibuat apa,mau dibikin apa gitu, kalau begitukan kami tidak akan reaksi kekhawatiran seperti ini. Dengan aksi turun kejalan ini, mudah mudahan aparatur pemerintah daerah dan dewannya aspiratif terhadap keinginan kami ini,jangan sampai nanti kami jadi berbuat anarkis, kan tidak boleh.” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Serang Muchsinin yang hadir menemui pengunjuk rasa menyesalkan rencana pembangunan kandang ayam di wilayah Desa Cinangka  Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang tersebut yang belum ada izin dari daerah.

“Perusahaan ini seperti menyepelekan Pemerintah Daerah. Kami yang punya wilayah, bukan pusat. Saya tersinggung sekali kalau belum ada kordinasi dengan pemkab, saya sangat menyesalkan ini.” tuturnya.

Kalaupun katanya ada izin dari pusat, Muchsinin menegaskan, pemerintah daerah tetap harus dilibatkan, karena daerah yang punya izin dan aturannya.

” Mau beking nya orang pusat tah, kalau melanggar aturan mau apa ? Silahkan saja kalau dukungannya orang pusat, suruh datang saja kesini gitu, saya nggak  takut, kalau bicaranya belum ada izin, ditutup saja oleh masyarakat ga apa-apa, itu hak masayarakat untuk menutup,”jelasnya.

Terkait regulasi perizinan lokasi yang ditarik ke pusat, dirinya merasa terpukul sekali. pemerintah daerah seolah olah di perdaya jadinya bukan di berdayakan.

Kepala Dinas perizinan Kabupaten Serang Samsudin yang juga hadir menemui massa menjelaskan, terkait rencana pembuatan kandang ayam di daerah cinangka ini, memang pernah ada pengajuannya .

” Pernah ada pengajuan sekitar sebulan yang lalu, namun kita tolak, karena tidak semua wilayah di Kabupaten Serang akan di izinkan untuk pembuatan peternakan ayam, kalaupun RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) memungkinkan, namun tidak semua bisa di izinkan, karena ini konsekwensinya pencemaran lingkungan, apalagi ini di daerah Cinangka kita liat dekat dengan tempat pendidikan maka sama sekali ini kami tolak. kalau pun izin dari pusatnya telah keluar, izin lokasinya telah terbit, namun itu tidak berlaku efektif karena menurut aturan juga harus ada dua persyaratan lagi yang harus terpenuhi, persetujuan dari BPN dan persetujuan dari perijinan daerah. Kami telah menolak itu, dan sekarang harus stop tidak boleh ada kegiatan apa pun dari pihak perusahaan  .” pungkasnya. (Fz/kar)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.