Raup Cuan Dari Ternak Kelinci, Ceruk Bisnis Urban Farming Di Masa Pandemi

Ternak Kelinci rupanya jadi sumber cuan baru bagi pelaku urban farming. Saat ini metode bertani ala orang kota itu tengah trending di masa pandemi.

Bisnis hewan imut itu rupanya bukan sekedar menjual daging atau kelinci sebagai hewan kesayangan. Diversifikasi produk juga perlu jika ingin untung berlipat.

ternak kelinci
Ternak Kelinci, Cuan Baru di Masa Pandemi. Foto : Pexels

BantenTribun.id- Bisnis rumahan menjadi jalan baru bagi masyarakat yang tengah terdampak pandemi. Urban farming dilirik dan diharap jadi solusi.

Seperti diketahui, soal urban farming bukan hanya sekedar nanam sayur atau buah-buahan dalam pot. Beternak, termasuk ternak kelinci juga bagian tak terpisahkan dari metode bertani itu.

Hal itu seperti diungkap oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Eri Wdyo Saptoko. Menurutnya, ternak kelinci berpotensi meraup cuan jika dilakukan dengan serius dan intensif.

“Ternak kelinci bisa menjadi sumber pendapatan baru di masa pandemi. Saat ini permintaaan kelinci baik untuk hewan kesayangan maupun konsumsi masih tinggi. Ceruk pasar masih terbuka.” Ungkap Eri, Jum’at 18 September 2020. Seperti dilaporkan laman Cyber Extention Kementan.

Lebih lanjut Eri juga mengatakan, Beternak, termasuk ternak kelinci adalah bagian tak terpisahkan dari Urban Farming.

“Jadi bukan hanya menanam sayur. Ternak kelinci punya peluang besar, apalagi jika didorong dengan diversifikasi produknya.” Ujar Eri.

Senada dengan Eri, Kasi Peternakan Disperpa Kota Magelang, Sugiyanto mengatakan Usaha Ternak Kelinci memang harus didorong pada diversifikasi produk.

“Daging kelinci bisa diolah jadi varian lain, seperti sate, rica, abon hingga nugget.” Terangnya.

Sugiyanto juga mengakui, untuk meningkatkan cuan bagi pelaku peternak kelinci, pihak Disperpa Kota Magelang terus melakukan pelatihan dan bimbingan teknis bagi peternak.

Pernyataan Sugiyanto ternyata bukan isapan jempol. Disperpa baru-baru ini telah menggelar pelatihan teknis ternak kelinci pada 15-16 September 2020.

“Kita sudah menggelar pelatihan dengan komunitas kelinci di Magelang. Dengan menerapkan protokol kesehatan tentunya.” Jelas Sugiyanto.

Seperti dilaporkan laman Cybex, pelatihan ternak kelinci yang dilakukan Disperpa dibagi dalam dua fase.

Fase Pertama fokus pada bagiamana beternak kelinci dengan standar budidaya yang baik, sementara fase kedua fokus pada manajemen pemasaran terak kelinci.

“Pelatihan kemarin diikuti oleh 15 orang peternak, tergabung dalam komunitas kelinci kota magelang, Narasumbernya kompeten, dari Reublik Terwelu. Sebua komunitas binaan Disperpa Kota Magelang.” Tulis Among Wibowo dalam laporannya di Cybex Kementan. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.