Ratusan Layang-Layang Jumbo Warnai Langit Kayu Ambon Berebut Duit 5 Juta

 

Ratusan layang-layang berukuran besar mewarnai langit Kampung Kayu Ambon Desa Sukasari Kaduhejo Pandeglang. Layangan jumbo ini berlomba untuk menyabet hadiah duit tunai Rp 5 juta yang disediakan BPPKB Banten.

Lomba layangan jumbo di Kampung Kayu Ambon, setelah mengudara, layangan peserta diikat dalam satu baris kayu dan mendapatkan 15 menit. (foto-kar-BantenTribun)

Pandeglang,BantenTribun.id- Sepekan ini, langit Kampung Kayu Ambon, Desa Sukasari Kecamatan Kaduhejo Pandeglang, diramaikan ratusan layangan aneka warna dan model berukuran besar alias jumbo.

Dalam 15 menit mengudara, peserta yang menerbangkan layangan itu harus bertarung dengan layangan lainnya untuk bisa menyabet hadiah uang tunai total Rp 5 juta yang disediakan  Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB), sebagai panitia lomba.

Alhamdulillah, lomba layang-layang ini mendapat animo besar dari peserta yang datang dari wilayah lain di Pandeglang. Kegiatan ini direncanakan jadi kegiatan rutin tahunan untuk melestarikan salah satu permainan tradisional,” terang Tb Oyim Munandar, penanggungjawab lomba dari BPPKB, kepada BantenTribun, Selasa, 8 September 2020.

Menurutnya, meskipun lomba itu baru digelar pertama kali, namun banyak mendapat animo peserta yang daftar mengikuti.

“Layangan yang disertakan dalam lomba ini harus layangan berukuran minimal 1,5 meter, dan benang maksimal 140 meter. Awalnya hanya untuk menyemarakkan peringatan HUT RI saja,” imbuh Oyim.

Meskipun hadiah yang disediakan relative kecil, namun jumlah peserta yang mengikuti lomba tercatat 460 peserta. Biaya pendaftaran untuk mengikuti lomba ini dibandrol Rp 30 ribu per peserta. 

Setiap peserta yang mengikuti perlombaan, mendapatkan kuota waktu selama 15 menit, dan berlaku sistim gugur.

Kriteria pemenang yang bisa maju hingga babak final, ditentukan berdasarkan “keajegan” layangan saat diudara dan saat lepas landas alias saat terbang.

“Layangan  yang tidak bisa terbang dengan baik, beradu dengan layangan lain, putus benang atau nyungsep otomatis dianggap gugur dan tersingkir. Jumlah peserta yang masuk final hari ini 46 orang, “ jelas Fikri Febriyansah.

Dikatakan Fikri, selain layangan yang dilombakan, juga diadakan layangan festival dengan  gambar Partai Gerindra.

layangan festival bergambar partai, juga dilombakan.

“Disediakan hadiah khusus untuk katagori layangan festival ini. Untuk katagori ini tidak ada biaya pendaftaran,” kata Fikri, anggota komisi 3 DPRD Pandeglang.

Menurutnya, kegiatan lomba layangan ini, selain melestarikan permainan tradisional, juga memberikan ajang kreativitas bagi peserta, serta bisa menghidupkan roda ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Jumlah peserta yang membludak melebihi dari perkiraan, menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Perlombaan ini dimulai sejak tanggal 2/9/20, dan berlangsung secara bergantian.

“Ini lebih berat dibanding lomba layangan di tempat lainnya, karena jumlah yang ikut hampir 500-an. Padahal saya sudah pernah 4 kali meraih kambing dalam lomba layangan di tempat lain,” kata Halimi, dari Cikupa Landeh, Saninten.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui juara lomba, karena acara final tertunda akibat langit Kayu Ambon diguyur hujan.

Layangan super buncit siap mengudara, meliuk, lalu ajeg dan menyabet 5 juta. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.