Rambu “P-Coret” Banyak Dilanggar, Polantas Pandeglang Terkesan Acuh

Pandeglang,BantenTribun.id — Rambu “P-Coret” (larangan parkir) Di Jalan Bhayangkara atau depan Kantor Bupati Pandeglang, banyak dilanggar.  Padahal, di sepanjang jalan yang hanya berjarak selemparan tombak  dari Gedung Kepolisian Resort (Polres) Pandeglang ini terdapat 6 rambu larangan parkir yang terpasang.

Pemandangan kendaraan roda empat ( mobil)  yang terparkir melanggar rambu larangan tersebut, seolah-olah menjadi pemandangan  lumrah setiap harinya. Kondisi ini tentu saja  membuat bingung masyarakat dan pengendara tamu dari luar Kota Pandeglang.

Selain minimnya kesadaran pengendara kendaraan roda empat dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas,  petugas kepolisian  juga terkesan membiarkan terjadinya pelanggaran rambu tersebut.

Pemasangan rambu menjadi dianggap  mubazir karena tidak  berfungsi, juga menjadi contoh perilaku  buruk dan bisa  menghambat penegakan disiplin berlalu-lintas.

“Saya kadang bingung sendiri pak, mobil banyak yang sengaja parkir dibawah tanda larangan  itu, tapi dari dulu dibiarkan sama petugas polisi. Padahal jarak dari Kantor Polisi  dekat sekali,” kata Iyoh (51) tukang ojek yang mangkal di depan Kantor BRI Cabang Pandeglang,  kepada BantenTribun,Selasa (26/9).

Kondisi itu juga  diakui oleh Jaya, pengojek lainnya yang mangkal di tempat yang sama. Pelanggaran terhadap rambu berlangsung sejak lama dan selalu dibiarkan oleh petugas, dinilai sangat membingungkan masyarakat .

“Agar tidak membingungkan, sebaiknya rambu itu dicabut saja, atau jika tetap dipasang, ya  seharusnya  diberikan sangsi  tilang bagi pengendara yang melanggar,” imbuh Iyoh.

Rambu “S-Coret”  Dan Larangan Belok Juga Kerap Dilanggar

Kondisi pelanggaran rambu larangan, juga selalu terjadi di jalan Bank Banten, atau samping BJB. Rambu  “S-Coret” atau larangan berhenti. Kendaraan  mobil, tidak hanya melanggar rambu itu, tetapi justru parkir tepat dibawah rambu.  Kondisi ini menjadi pemandangan yang rutin disaksikan setiap hari.

Pelanggaran terhadap rambu lalu-lintas, juga kerap terjadi di Jalan Widagdo, depan persimpang jalan Fathoni. Di Depan SMP Negeri 1 Pandeglang yang terpasang rambu larangan berbelok ke arah kanan atau masuk ke jalan Fathoni, seringkali dilanggar, baik kendaraan umum atau pun kendaraan pribadi. Padah di sudut jalan ini berdiri pos polisi.

H. Wawan Ridwan, Kepala Seksi Rekayasa Lalu-Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, mengatakan bahwa pemasangan rambu-rambu di jalan raya, sudah melalui mekanisme pembahasan dalam forum lalu-lintas.

“Pemasangan rambu-rambu lalu-lintas di titik yang ditentukan, sudah melalui pembahasan dengan pihak terkait yang tergabung dalam forum lalu-lintas dan angkutan jalan,” kata Wawan Ridwan, kepada BantenTribun pada waktu berbeda,  di Kantornya.

Menurut Wawan, Dinas Perhubungan tidak memiliki kewenangan untuk menindak pengendara yang melanggar rambu-rambu dimaksud.

“Aspek penegakkan disiplin dan pemberian sangsi itu yang berwenang pihak Kepolisian pak, jadi kami tidak bisa menilang pelanggar parkir misalnya,” jelas Wawan.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.