Puncak Habibie, Menikmati Keelokan Teluk Pelabuhan Ratu dari Perbatasan Lebak- Sukabumi

 

Tempat ini dikenal dengan Puncak Habibie. Di sini, kita bisa menyaksikan keelokan Teluk Pelabuhan Ratu Sukabumi dari sebelah barat. Dari Puncak Habibie, kita juga bisa menikmati keindahan matahari terbit di atas ‘Sesar Cimandiri’. 

Dari Puncak Habibie, pengunjung nampak sedang menikmati keindahan alam Teluk Pelabuhan Ratu Sukabumi (foto-BantenTribun)

BantenTribun.id— Jika melintasi jalan Cisolok, atau jalan nasional penghubung antara Kabupaten Sukabumi Provinsi  Jawa Barat, dan Kabupaten Lebak Provinsi Banten,  jangan lupa singgah sejenak di Puncak Habibie.

Meski puncak ini bukan objek wisata, namun dari titik ketinggian 380 meter di atas permukaan laut atau mdpl ini, kita bisa menyaksikan pemandangan indah nan elok, Teluk Pelabuhan Ratu Sukabumi.

Apalagi jika kebetulan melintas pagi hari, saat berbarengan dengan terbitnya matahari  atau Sunrise. Sebab, dari titik puncak inilah kita dapat menyaksikan  keindahan peristiwa munculnya sisi teratas  Matahari muncul di atas horizon di sebelah timur.   

Puncak Habibie terletak di Jalan Raya Nasional Cisolok, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Posisinya di sisi jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Banten.

Menyaksikan keindahan panorama alam Teluk Pelabuhan Ratu dan pegunungan dari Puncak Habibie, salah satunya diakui Fajar Fadila, pemuda  24 tahun asal Pandeglang.

Fajar Fadila sedang menempuh perjalanan untuk kembali kota asalnya dari Kota Sukabumi. Ia sengaja tidak memilih jalur tol karena hawatir terjebak macet parah dihari minggu, hari terahir  libur panjang yang sering terjebak kemacetan parah.

Saat melintas di Puncak Habibie, Fajar bersama rombongan keluarganya memutuskan untuk mampir sejenak.

“Pemandangan di sini bagus banget. Sejuk dan bisa bisa menikmati pesona perbukitan, pesisir pantai,  laut dan juga Teluk Pelabuhan Ratu, ” kata Fajar di lokasi kepada BantenTribun, Minggu, 1 November 2020.

“ Dari sini kita bisa melihat Pantai Cibangban, Citepus, Kota Pelabuhan Ratu, Plato Jampang atau Gawir Sesar Cimandiri, juga PLTU Pelabuhan Ratu,” imbuh Neni Joharsih, Guru SMA Negeri 8 Pandeglang, yang datang bersama rombongan Fajar.

Pengunjung yang singgah di Puncak Habibie, tak ketinggalan memanfaatkanya untuk berfoto (foto-BantenTribun)

Pengunjung yang singgah di Puncak Habibie,  biasanya langsung berfoto  mengabadikan keindahan  panorama. Pengunjung jugabisa  duduk beristirahat  di warung pinggir jalan sambil menikmati secangkir kopi atau makanan lain.

“Jika  dari Sukabumi dan mau ke Pantai Sawarna Lebak, pengunjung bisa singgah  disini . Dari Puncak Habibie, pemandangannya menakjubkan dan menenangkan hati, ” ucap Fajar.

Puncak Habibie, Jalan Mulus Berkelok

Puncak Habibie, memang sejatinya bukan objek wisata. Awalnya tempat ini dikenal dengan nama ‘Puncak Kembang’. Namun, sejak BJ Habibie menjabat sebagai Menristek dan di lokasi ini dibangun fasilitas radar udara milik Industri Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN, maka masyarakat sekitar menyebutnya dengan ‘Puncak Habibie’.

“Setahu saya dulunya tempat ini dikenal dengan  Puncak Kembang. Setelah ada bangunan perlengkapan radar yang dibangun oleh pak Habibie namanya berubah. Sampai sekarang bangunan itu ada yang menjaganya,” kata Kusmayadi, pemilik warung kopi di lokasi, kepada BantenTribun, Minggu (1/11/20), sambil menunjuk lokasi bangunan dimaksud.

Menuju lokasi Puncak Habibie, berarti melalui jalanan mulus dan berkelok dengan ketinggian bervariasi. Jarak tempuh  menuju lokasi ini dari Pelabuhan Ratu, sekitar satu jam perjalanan. Meski jalanan mulus, namun medan jalan yang berkelok  dengan tanjakan dan tikungan tajam  terbilang cukup ekstrem, dibutuhkan kondisi kendaraan yang prima. Sebelum memasuki Jalur ini, sebaiknya cek kondisi kendaraan, karena di jalur ini, keberadaan bengkel mobil, terbilang masih minim.

Jadi coba saja menikmati jalur ini. Jalur yang membentangkan pemandangan perbukitan dipinggir laut yang menakjubkan sepanjang perjalanan. Lalu beristirahat di ‘Puncak Habibie’, pria kelahiran Pare-pare Sulawesi Selatan, presiden ke-3 RI yang diabadikan di sini.  ** (kar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.