PPDB Belum Ditutup, SMK Negeri 2 Pandeglang Sudah Kebanjiran Pendaftar

 

H.Ade Firdaus, Kepala SMKN2 Pandeglang (foto-BantenTribun)

Lima hari menjelang penutupan PPDB, SMK Negeri 2 Pandeglang sudah kebanjiran pendaftar. Selain seleksi melalui nilai akademik dari buku raport dan prestasi lainnya, pihak sekolah juga akan melakukan seleksi atau tes potensi akademik atau assesment secara daring menggunakan lembaga professional dari luar.

Pandeglang,BantenTribun.id– Lima hari menjelang penutupan PPDB, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN ) 2 Pandeglang, sudah kebanjiran pendaftar.

Sekolah yang berlokasi di Kadubanen Pandeglang ini, hanya menampung sebanyak 648 siswa baru untuk 8 jurusan keahlian yang tersedia.

Sampai hari ini, jumlah calon siswa baru yang sudah mendaftar secara daring, tercatat  sebanyak 805 pendaftar. Ini artinya sebelum waktu pendaftaran ditutup pada 23 Juni atau Selasa pekan depan, bakal ada 157 calon siswa yang bakal tersingkir.

“Pendaftar yang memilih jurusan Multimedia memang paling banyak diantara pilihan jurusan lain. Calon siswa berhak mendapat 2 pilihan jurusan, dengan tetap bersaing di setiap jurusan masing-masing,” jelas H.Ade Firdaus, Kepala SMKN2, kepada BantenTribun, Kamis (18/6/20).

Dari 8 jurusan yang dibuka di SMKN 2 ini, jurusan Multimedia, rupanya menjadi pilihan favorit bagi pendaftar dengan jumlah pendaftar sebanyak 223, padahal daya tampung untuk jurusan ini hanya 108 siswa, atau kurang dari separuhnya saja yang akan diterima.

Selain Multimedia, sekolah ini juga membuka jurusan keahlian Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Tehnik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).

Menurut Ade Firdaus, jumlah pendaftar disekolahnya diperkirakan akan terus meningkat sampai penutupan nanti. Dengan tingginya peminat ini, pihak sekolah akan melakukan seleksi calon siswa baru, dengan 2 model seleksi.

Model seleksi yang diterapkan, selain menggunakan nilai raport dan prestasi akademik lainnya dari sekolah asal, calon siswa juga harus mengikuti “tes potensi akademik” yang dilakukan secara daring.

Bobot Penilaian tes potensi akademik ini sebesar 60 dan nilai akademik raport sebesar 40.

“ Kita adakan tes potensi akademik tanggal 24 juni nanti, secara daring, dengan menggunakan lembaga dari luar yang professional. Semacam tes assessment lah,” kata Ade Firdaus.

Meski menggunakan lembaga luar untuk tes potensi akademik, Ade menjamin tidak membebankan biaya dari calon siswa.

“ Kalau biayanya terjangkau sekolah, kita akan pakai lembaga dari luar. Jika mahal, terpaksa pihak sekolah sendiri yang akan melaksanakannya,” terangnya.

Hampir setiap pembukaan tahun ajaran baru, sekolah yang dulu popular dengan sebutan “sekolah pertanian” ini memang selalu dibanjiri peminat.

Eko Budhi Purwanto, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan (LPT) Grahita Indonesia,  menyatakan kesiapannya memfasilitasi sekolah ini dalam melaksanakan tes potensi kemampuan akademik melalui daring.

“ Kita siap bantu tes potensi akademiknya. Dengan daring, calon siswa bisa menggunakan gadgetnya masing-masing untuk mengikuti tes itu. Biayanya kita buat terjangkau lah,” kata Eko, saat dihubungi BantenTribun via telp. *(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.