Potret Atlet Daerah : Memanjat Tebing Prestasi dari Kocek Sendiri

 

Endin C.P atlet panjat tebing peraih emas dalam porprov Banten ini terpaksa harus merogoh kocek sendiri untuk bisa berlatih di Kopassus Serang (foto BantenTribun)

Hampir setiap pekan, Endin C.P (20) atlet Panjat Tebing Kabupaten Pandeglang ini harus merogoh kocek untuk bisa berlatih di sarana latih milik Kopassus Serang. Keterbatasan dan minimnya sarana latihan yang dimiliki  daerahnya, membuatnya harus mengeluarkan biaya sendiri.

BantenTribun.id- Endin C.P, atlet Panjat Tebing Kabupaten Pandeglang yang sudah meraih medali emas dan  perak dalam ajang Porprov ini, harus rela merogoh kocek dari kantong sendiri demi bisa berlatih panjat tebing di Lapangan Grup 1 Kopassus di Taktakan Serang.

Dalam seminggu, ia berlatih sedikitnya 3 kali. Biaya yang dikeluarkan untuk transport dan makan, menurutnya paling sedikit Rp 30 ribu atau Rp 100 dalam seminggu.

“Sekali latihan saya harus mengeluarkan biaya untuk beli bensin dan makan saat latihan paling sedikit tiga puluh ribu. Kadang harus nginap juga demi untuk berhemat, beruntung dari Kopassus juga ada yang suka ngasih makan,” terang Endin, kepada BantenTribun, usai pelantikan pengurus baru Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Rabu, 16 Desmber 2020, di Pendopo Pandeglang.

Menurutnya, tidak adanya sarana latihan panjat tebing di Pandeglang, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap berlatih mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten tahun 2022 di Kota Tangerang nanti.

“ Kalau saja sarana latihan yang memadai ada di Pandeglang, kami yakin Kabupaten Pandeglang bakal banyak meraih prestasi dari cabang olahraga ini. Kita sering menyabet emas dari nomor speed atau kecepatan panjat tebing, karena dulu hanya memiliki sarana latihan untuk nomor ini, tapi sekarang sudah rusak dan tidak dapat digunakan,” ujar Endin.

Dalam event Porprov, Kabupaten Pandeglang memang pernah berjaya di cabor ini dengan prestasi urutan dua. Potensi atlet panjat tebing, juga banyak tumbuh dan tersebar. Namun minimnya sarana, Pandeglang saat ini terlemapr dan menempati urutan empat.

“ Potensi atlet panjat tebing dari Pandeglang ini sebetulnya sangat banyak, terutama dari pelajar tingkat SMP dan SMA. Kita juga sudah punya 20 klub panjat tebing,  tapi sarana yang minim menjadi kesulitan bagi atlet untuk berkembang dan berprestasi,” kata Ari Laksana, Pelatih Panjat Tebing  Pandeglang yang bersertifikat nasional.

Minimnya sarana dan perhatian Pemerintah Daerah terhadap panjat tebing, diakui Ketua FPTI terpilih periode 2020-2024, M Dadi Rajadi.

“Seperti hari ini dapat dilihat. Dispora, bupati dan pejabat lain yang diundang untuk menghadiri pelantikan ini saja tidak hadir. Namun begitu kami yakin Pandeglang bisa kembali berprestasi, meski minim sarana latihan, “ jelas Dadi.

Menurut Dadi, Januari tahun depan, FPTI Pandeglang akan menggelar kompetisi local untuk pemetaan sebagai langkah awal mempersiapkan Porprov Banten.

“ Sementara ini sarana latihan masih dibantu dari pihak lain yang peduli. Kemarin kita juga dapat bantuan tali dari Kopassus. Jika sudah punya sarana yang memadai, kami yakin Pandeglang bisa Berjaya di tiga nomor sekaligus, speed atau kecepatan, lead atau jalur panjang dan  folder atau jalur pendek, ” ujarnya.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.