Pola pikir Bikin Bokek, Ubah Persepsi Ini, Biar Dompetmu Tetap Terisi

Pola pikir bikin bokek ini jangan dipiara, biar kamu menjadi orang-orang yang mandiri secara finansial di masa depan, dengan pola pengelolaan keuangan yang baik.

pola pikir bikin bokek
pola pikir bikin bokek

BantenTribun.id– “Padahal baru kemarin gajian, kenapa sekarang ko sudah habis, padahal masih banyak kebutuhan yang belum terpenuhi.”

“Kok gue sulit banget yah ngatur keuangan, padahal gue udah hemat ini dan itu, tapi tetep aja nggak nyampe akhir bulan.”

Tribuners, pernah nggak ngalamin kondisi seperti itu? Jika pernah, sedang atau sering, bisa jadi kita masih memiliki pola pikir yang keliru tentang mengelola keuangan.

Saya kira semua dari kita paham, bila pola pikir sadar atau tidak menjadi salah satu alasan untuk kita melakukan sesuatu atau pola perilaku, termasuk pola perilaku yang tak bisa ngatur uang dengan baik.

Yuk kita cek dalam diri, bisa jadi pola pikir seperti yang ditulis Stefanie O’Connel dalam buku The Broke and Beautiful Life Small Town Budget ini masih ada dalam diri kita.

Stefanie menulis 5 pola pikir yang membuat kita bokek, dan sulit mengatur keuangan, seperti berikut:

Present Bias

“Tenang aja masih banyak, abisin aja sekarang, besok juga dapat lagi.”

“Mumpung baru gajian, borong baju ah, sama sneaker kemaren tuh yang gua pengen.”

Itu adalah kalimat-kalimat present bias, sebuah kondisi dimana kamu lebih mementingkan egomu saat ini, menghabiskan uang demi memenuhi keinginan tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nanti.

Pola pikir bikin bokek ini tidaklah tepat, karena hidup selalu saja ada risiko dan ketidakpastian, oleh karena itu, tak ada salahnya kita selalu menyiapkan investasi, saving dan tentu saja spent money untuk asuransi.

Inersia

Dalam ilmu fisika, inersia itu dinamakan dengan kelembaman. Isaac Newton mendefinisikan inersia sebagai “vis insita”, atau gaya dalam materi, adalah daya untuk menahan, yang dengannya setiap benda berusaha untuk mempertahankan keadaannya saat itu, apakah diam, atau bergerak beraturan ke depan dalam garis lurus.

Dengan kata lain, pola pikir inersia ini adalah pola pikir bikin bokek, statis, malas untuk melakukan perubahan dan mencoba mendapat penghasilan baru, yang mengamankan isi dompet, bila pola pikir ini dipelihara, jangan harap dompet kamu akan aman di masa depan.

Pola Pikir Bikin Bokek, Loss Aversion

Loss Aversion adalh pola pikir bikin bokek berikutnya, dimana kamu takut mengambil sebuah risiko, takut gagal dan takut rugi. Sehingga enggan melakukan pencatatan keuangan dan budgeting kebutuhan.

Pola pikir ini akan membuat kita sulit untuk menemukan di titik mana kita melakukan pemborosan, dan pengeluaran mana yang harus ditekan.

Anchoring

Anchoring merupakan pola pikir yang berbahaya, karena hanya mengandalkan satu informasi keuangan, padahal informasi itu berubah dan berkembang setiap saat.

Misalkan saat melaukan investasi, dan memutuskan harga beli investasi, orang yang punya pola pikir anchoring akan enggan mencari informasi lain atau tambahan terhadap harga beli investasi dari pihak lain. Padahal bisa jadi tawaran yang lain lebih rendah, atau bahkan lebih menguntungkan

Scarcity

Pola pikir bikin bokek yang terakhir adalah scarcity, sebuah pola pikir dimana kamu merasa uangmu tidak cukup, stres dan gelisah dan menghambat terget pengelolaan keuanganmu di masa depan.

Pola pikri bikin bokek, perlu dirubah menjadi pola pikir anti bokek, salahsatunya dengan keberanian mengambil resiko, ivestasi atau mengembangkan usaha, tentu dengan perhitungan yang matang.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.