PLN Rayon Pandeglang Bebankan Kesalahan Perusahaan pada Pelanggan

Petugas PLN terlihat memberikan tagihan atas rusaknya meteran/kwh di rumah pelanggan (foto-Bantenribun)r
Petugas PLN terlihat memberikan tagihan atas rusaknya meteran/kwh di rumah pelanggan (foto-BantenTribun)

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pandeglang, Provinsi Banten, membebankan kesalahan atas  macetnya  alat ukur Kwh (kilowatt-haour) kepada pelanggannya. Tindakan PLN itu dinilai tidak tepat dan mengada-ada, karena menimpakan kelalaian atau kesalahan pihak management kepada pelanggan.

Pandeglang, BantenTribun.id – Jangan merasa senang dulu jika tagihan bulanan rekening listrik  rumah kita stabil dan kecil setiap bulannya. Lebih baik periksa dulu kwh-nya.

Yudi Ruchyadi, Seorang pelanggan listrik rumahtangga berdaya 900 VA, mengaku kaget ketika mendapat surat pemberitahuan dari PLN  yang menyatakan jika alat meteran listriknya (kWh) terpasang dirumahnya rusak sejak 2 tahun lalu.

Pihak PLN menyodorkan bukti record penggunaan pelanggan yang tidak berubah sejak  bulan Januari  2016 hingga Desember 2017, atau selama 2 tahun. Atas kesalahan rusaknya kwh tersebut, pihak PLN lalu menagih  daya  penggunaan sebesar Rp 2.513.014,  kepada pelanggan atas nama Ila Laelasari, pemilik rekening listrik di Kampung Ciekek Babakan Karaton RT 03 RW 06 Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang.

“Saya keberatan untuk membayar tagihan tersebut. Masalah kwh yang dianggap rusak, seharusnya sudah diketahui pihak PLN 2 tahun lalu. Lagipula setiap bulan kan ada petugas pencatat kwh untuk mengetahui jumlah penggunaan,” kata Yudi kepada BantenTribun di kediamannya, Selasa(16/1).

Menurutnya, setiap bulan ia hanya membayar tagihan rekening listrik sesuai jumlah yang muncul ditagihan. Sebagai pelanggan seperti yang lainnya, ia tidak pernah mengetahui jika meteran kwh yang terpasang dirumahnya ternyata macet atau rusak.

“Jika dianggap macet atau rusak kenapa tidak dari tahun lalu? Ini bukan kesalahan pelanggan, tapi mutlak kesalahan PLN yang  terkesan membiarkan. Kalau tahu rusak, kenapa tidak segera mengganti kwh, Jika tetap menagih  daya yang sudah terpakai, sama saja membebankan kesalahan sendiri kepada pelanggannya,” terang Yudi.

Sismanto, Humas PLN Provinsi Banten, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan atau kelalaian terkait rusaknya kwh yang lama dibiarkan. Namun demikian, menurutnya pihak pelanggan tetap harus membayar atas kwh yang sudah terpakai.

“Saya sedang di Banten Selatan. Silahkan hubungi PLN terdekat. Kami minta maaf atas kesalahan tersebut, namun kwh yang sudah terpakai tetap harus diperhitungkan dan dibayar pelanggan,” kata Sismanto, kepada BantenTribun melaluipesan WatsApp, Selasa (16/1).

Supervisor Transaksi Energi PLN Rayon Pandeglang, Diki Sukmana, membenarkan kesalahan  rusaknya kwh atas nama pelanggan tersebut. Menurutnya, munculnya tagihan selisih penggunaan kwh akibat rusak sebesar Rp 2,5 juta tadi, menurutnya sudah sesuai kesepakatan dengan pelanggan.

“Menurut petugas front office PLN, katanya pelanggan sudah sepakat dengan tagihan selisih penggunaan sebesar itu. Besarnya perhitungan tagihan itu muncul dari rata-rata penggunaan dikali lamanya rusak kwh atau selama 20 bulan.  Total Jumlah tagihan lalu ditanggung berdua dengan pihak PLN,” Jelas Didi, kepada BantenTribun di Kantornya, Selasa(16/1).

Namun, pernyataan Didi dibantah oleh pelanggan. Yudi, mengaku tidak pernah menandatangani kesepakatan tertulis  atau pernyataan setuju secara lisan.

“Saya justru menolak dan tidak pernah menyatakan setuju. Sekali lagi itu kan kesalahan pihak PLN, yang sudah tahu sejak lama dan seharusnya segera  mengganti alat kwh. Kecuali pelanggan yang berbuat nakal, “ urai Yudi, pensiunan ASN ini.

Novan Hidayat, ketua LSM Kompast, menyayangkan sikap PLN Rayon Pandeglang yang terkesan cuci tangan atas kesalahan pihaknya dengan membebankan tagihan ke pelanggan.

“Pihak PLN harus mengakui jika itu kesalahanperusahaan. Untuk apa ada petugas pencatat metyeran yang setiap bulan mampir kerumah pelanggan? Kalau macet pasti sudah terdeteksi dari awal. Kinerja PLN sepertinya kurang profesional. Kasihan pelanggan golongan kecil jika harus menanggung akumulasi kesalahan pihak PLN,” jelas Novan kepada BantenTribun.

Pihak PLN Rayon Pandeglang berjanji akan segera mengganti kwh yang rusak tersebut.

“Hari ini kami akan langsung ganti meterannya tanpa biaya pak,” janji  Didi Sukmana.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.