Pisang Tongka Langit, Pisang Rasa Mentega “Tersehat” di Indonesia

Ketut Wikantika dan timekspedisi ITB-Pisang Tongka Langit( foto-Ketut Wikantika)
Ketut Wikantika( tengah berkacamata) dan tim ekspedisi ITB-Kementan, memperlihatkan Pisang Tongka Langit yang ada di kaki Gn Galunggung Jabar.( foto-Ketut Wikantika)

Pisang  Tongka Langit, memiliki rasa seperti mentega dan disebut-sebut sebagai pisang tersehat yang ada di Indonesia. Pisang  ini disebut Tongka Langit karena memiliki ciri buahnya menengadah ke langit.

Pandeglang,BantenTribun.id- Meskipun  para ilmuwan meyakini  tanaman atau pohon pisang Tongka Langit, sejatinya merupakan pohon pisang yang aslinya tumbuh di Maluku dan Papua, namun baru-baru ini sebaran pohon pisang tersebut ditemukan  di kaki Gunung Galunggung Jawa Barat.

Dilansir dari laman BBC,  disebutkan tim Ekspedisi gabungan  dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementerian Pertanian,  menemukan sebaran jenis pisang istimewa sekaligus misterius di kaki Gunung Galunggung, Jawa Barat, pada medio September 2017 lalu.

Penemuan itu  menjadi  istimewa sekaligus  misterius,  karena para ilmuwan meyakini tanaman tersebut aslinya tumbuh di Maluku dan Papua dengan sebutan Pisang Tongka Langit – di kawasan Gunung Galunggung  masyarakat sekitar menyebutnya Pisang Ranggap.

Tinggi tanaman pisang itu rata-rata lima hingga tujuh meter, batangnya tegak lurus, sedangkan buahnya menengadah ke langit. Buahnya berukuran besar, dengan  panjangnya sekitar 20-30cm  dan diameter 5-10 cm.

“Itu sebabnya tanaman tersebut dinamai Tongka Langit,” kata Ketut Wikantika, kepala tim ekspedisi sekaligus ahli penginderaan jauh untuk pertanian dan biodiversitas dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB.

Ciri khas pisang ini , selain kulitnya tebal, jika  kita makan langsung  rasanya seperti mentega, lembut.

Pisang Tongka langit rasanya seperti mentega( foto-ketut wikantika)
Pisang Tongka langit rasanya seperti mentega( foto-ketut wikantika)

“Manisnya tidak seperti Pisang Cavendish sehingga kalau orang suka dengan pisang yang nggak terlalu manis, ini pas banget,” ujar Ketut.

Paling istimewa , masih kata Ketut, daging Pisang Tongka Langit berwarna oranye, karena mengandung betakaroten yang sangat tinggi.

Betakaroten merupakan zat kaya vitamin A yang jamak dijumpai pada wortel. Pada Pisang Tongka Langit, terdapat sekitar 4960 µg betakaroten/100 gram. Artinya, hanya dengan mengonsumsi 250 gram pisang ini, kebutuhan akan vitamin A perhari seseorang akan terpenuhi.

Oleh sebab itu, Pisang Tongka Langit boleh jadi salah satu pisang “tersehat” di Indonesia.

Keberadaan Pisang Tongka Langit Galunggung Masih Jadi Misteri

Ditemukannya sebaran  Pisang Tongka Langit di kaki Gunung Galunggung, hingga kini masih jadi misteri dan  belum terpecahkan.

Lewat penelusurannya dan rekan-rekannya, Ketut Wikantika mendapati bahwa Pisang Tongka Langit sudah berbuah di kawasan tersebut sebelum Gunung Galunggung meletus pada 1982.

“Tiga, empat tahun sebelum gunung meletus, pisang itu sudah ada. Yang masih misteri adalah kenapa ada di Gunung Galunggung, padahal original-nya ada di Maluku,”  jelas Ketut.

Menurutnya, jawaban atas misteri itu sedang coba dipecahkan oleh ilmuwan etnobotani.

Selagi kajian dilakukan, peneliti lainnya berfokus pada kandungan betakaroten pada Pisang Tongka Langit.

Fenny Martha Dwivany, pakar Biologi Molekuler Tanaman dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB,  kepada BBC mengatakan, tingginya betakaroten pada Pisang Tongka Langit membuat tanaman itu berpotensi dijadikan sumber pangan alternatif.

Namun, sebelum sampai pembudidayaan, pengumpulan data molekuler Pisang Tongka Langit mesti dilakukan. Salah satu manfaatnya adalah untuk memastikan pisang Tongka Langit bisa bertahan dari serangan hama dan penyakit. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.