Piala Dunia U 20; Garuda Muda Mencari Prestasi Di Tanah Sendiri

Mencari prestasi di tanah sendiri, itulah kata yang pas menggambarkan Garuda Muda yang akan bertarung di Piala Dunia U 20 yang digelar di Indonesia.

mencari prestasi

BantenTribun.id- Sungguh tak menyangka, bidding Piala Dunia U 20 dimenangkan Indonesia. Sebagai negara yang minim prestasi sepakbola, momen ini tentu menjadi harapan, seperti asa yang juga ada di punggung Bagas-Bagus dan Kolega.

Melihat performa di Kualifikasi Piala AFC U 19 lalu, timnas yang kini dibesut Shin Tae Yong itu memang menjanjikan. Bagas-Bagus tampil bak ‘banteng ngamuk’.

Mereka sanggup menahan Korea Utara, menggilas Timor Leste dan Hongkong. Indonesia pun tampil sebagai juara Grup K dan otomatis lolos ke putaran final.

Garuda Muda yang berisi Bagas-Bagus dan kolega memang menonjol sejak di level U 16. Betapa tidak, mereka adalah juara Piala AFF U 16 dua tahun lalu, meneruskan generasi junior sebelumnya Evan Dimas cs yang sukses menjadi juara U 19 di Sidoarjo.

Saat tampil di Piala AFC U 16 yang digelar di Gelora Bung Karno Senayan, mereka juga tampil trengginas dan sanggup menumbangkan tim kuat Iran di fase grup dengan skor 2-0.

Meski gagal jadi juara dan tertahan di babak delapan besar, penampilan mereka terus ditempa, bahkan dikirim ke Inggris dan Italia.

Mencari Prestasi

Hasil FIFA Council Meeting di Shanghai Cina tahun lalu, Indonesia resmi terpilih sebagai tuna rumah Piala Dunia U 20.

PSSI tentu tak ingin tim kebanggan mereka, pasukan Garuda Muda jadi hiburan di negeri sendiri, mereka mencari prestasi, bahkan menargetkan semifinal.

Mereka mungkin terinspirasi pada kerja keras Korea Selatan bersama Guus Hiddink saat Piala Dunia di gelar di Jepang dan Korea.

Melihat kerja keras garuda muda disetiap kompetisi yang dihadapi, PSSI mungkin menganggap itu adalah target realistis.

Bagas-Bagus kini terbiasa bertanding dengan level permainan dan tubuh pemain yang lebih tinggi.

Mencari perestasi adalah upaya PSSI mewujudkan mimpi pecinta bola sebangsa dan setanah air. Jika benar-benar terwujud, maka sejarah baru akan terukir.

Generasi Piala Dunia U 20

Piala Dunia level U 20 memang menjadi tonggak baru bagi pemain muda di seluruh dunia.

Kompetisi yang pertama kali di helat di Tunisia 43 tahun lalu itu telah melahirkan bakat-bakat muda yang kini telah malang melintang di Liga paling kompetitif dunia, sebut saja Liga-Liga Eropa.

Nama-nama seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, dan Paul Pogba adalah alumni Piala Dunia U 20. Lebih senior, kita tentu masih ingat sosok seperti Luis Figo, Emanuel Petit, Andres Iniesta dan tentu saja sang maestro Diego Armando Maradona.

Bagaiaman dengan Erling Haaland? ia, pemain satu ini juga alumni PD U 20 bersama negaranya Norwegia.

Haaland adalah aktor pencetak rekor kemenangan sejak kompetisi itu digelar. Norwegia adalah negara peserta peraih margin kemenangan tertinggi sepanjang gelaran PD U 20.

Negara Eropa itu sanggup mencetak  12 gol dalam satu pertandingan, saat mengandaskan wakil Amerika, Honduras.

Haaland pun kini disorot banyak pihak, apalagi jika bukan kiprahnya bersama Dortmund. Pemain muda ini banyak diminati klub-klub besar eropa.

Garuda Muda Di Liga Eropa

PSSI tentu ingin melakukan hal yang sama, selain sukses kompetisi dan prestasi, penanggung jawab sepakbola nasional itu tentu ingin melahirkan bakat-bakat muda negeri sendiri yang sanggup bersaing di Eropa.

Saat ini memang sudah ada Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman, tapi keduanya berada pada liga yang kurang kompetitif.

PSSI dan sebagain besar pecinta bola nasional tentu ingin wakil Indonesia di klub sebesar Real Madrid, Barcelona, Manchester United atau setidaknya AC Milan.

Lewat Piala Dunia U 20, di tanah sendiri, semoga bukan hanya prestasi yang didapat, tapi perbaikan nasib garuda muda yang mudah-mudahan di lirik klub-klub besar Eropa. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.