Petani Cipanas Gagal Panen Akibat Minim Air Irigasi

Petani Cipanas Lebak harus mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air dari irigasi bunut.ilustrasi@beritadaerah.co
Petani Kecamatan CipanasKabupaten Lebak harus mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air dari irigasi bunut.-ilustrasi@beritadaerah.co

Petani di Kecamatan Cipanas,Kabupaten  Lebak, tahun ini terpaksa harus gigit jari dan mengalami kerugian karena  gagal panen. Gagal panen di lahan seluas hampir 40 hektar tersebut, diakibatkan minimnya pasokan air dari Irigasi Bunut.

Lebak,BantenTribun.id  – Sungguh ironis, ditengah musim hujan yang mulai melanda wilayah Banten, petani di  Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, justru mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air dari Daerah Irigasi Bunut.

Amas dan Suma,  petani asal Kampung Sampaleun, Desa Haur Gajrug, mengaku  bahwa para petani di blok Sampaleun  dengan luas areal sekitar 40 hektare, tahun ini mengalami gagal panen.

Menurut mereka, gagal panen kali ini  diakibatkan tidak ada pasokan air dari DI Bunut yang berada di Desa Bintang Sari, sehingga mengakibatkan areal pesawahan tersebut benar-benar mengalami kekurangan pasokan air.

“Akibat pasokan air dari DI Bunut tidak sampai ke pesawahan, pada akhirnya kami mengalami gagal panen, dan itu sangat merugikan kami selaku petani kecil,”kata Amas kepada BantenTribun, Senin (22/1/).

Suma menambahkan,  tidak hanya petani dari desa Haur Gajrug saja yang menggantungkan  pasokan air dari DI Bunut,   tetapi para petani di desa lain pun  sama mengandalkan  pasokan air dari irigasi tersebut, seperti petani di Desa Bintang Resmi, Desa Sukasari dan Desa Bintang Sari.

” Yang kami tahu bahwa Pemerintah Kabupaten Lebak telah menggelontorkan milyaran rupiah untuk kegiatan berbagai perbaikan pada DI tersebut, namun hasilnya tetap saja tidak ada. Pantasnya pihak penegak hukum mau memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan rehabilitasi DI Bunut di Desa Bintang Sari itu dan kembali melakukan perbaikan dengan benar, sehingga gagal panen yang kami alami tidak lagi terulang di masa yang akan datang,”keluhnya.

Selain itu, sambung Suma, petani mempertanyakan perihal asuransi pertanian yang digembar gembor kan oleh Pemerintah kepada para petani.

“Katanya  Pemerintah akan membantu para petani yang mengalami gagal panen dengan asuransi pertaniannya, dan saat ini kami menunggu bukti realisasi nya, karena perihal kejadian gagal panen yang saat ini terjadipun telah diketahui dan disampaikan ke pada pihak UPT Pertanian ,” kata Suma. (yud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.