Persib Juara Paruh Musim dan Pelajaran dari Arcan Iurie

pelajaran dari arcan iurie

Pelajaran dari Arcan Iurie menjadi sesuatu yang penting, pasalnya Persib 11 tahun lalu dan Persib saat ini meraih prestasi yang sama juara paruh musim.

Helatan Gojek Liga 1 Bersama Bukalapak untuk paruh musim telah usai, dimana Persib Bandung menasbihkan diri sebagai jawara dengan 29 poin, hasil dari 8 kali menang, 5 kali imbang dan 4 kali kalah.

Sesuatu yang tak terduga sebelumnya, pasalnya armada Mario Gomez sempat tertatih di awal musim, belum lagi penampilan impresif klub lawan seperti PSM Makasar, Persija Jakarta dan armada Jacksen F Thiago, Barito Putera.

Persib memang punya segalanya untuk menjadi kampiun musim ini, lini belakang solid yang dikawal Igbonevo dan Bojan Malisic, dua sayap cepat nan impresif dalam diri Febri Haryadi dan Gozali Siregar, serta dua striker kompak nan subur dalam diri Jhoni Bauman dan ‘si kasep’ Ezechiel Ndouassel.

Maung Bandung pun merubah gaya permainan, tak ada lagi tiki-taka umpan pendek cepat. Yang ada hanyalah permainan pragmatis dengan pertahanan ketat, mengandalkan umpan lambung lewat dua sayap serta bola-bola mati yang berbahaya.

Hasilnya luar biasa, Bojan Mali dan kolega mampu meraih banyak kemenangan tak hanya dikandang tapi juga saat laga tandang. Laga kontra Persebaya misalnya, laga yang memastikan Persib Juara itu menjadi bukti bila armada Mario Gomez mampu tampil impresif meski bermain di kandang lawan.

Pelajaran dari Arcan Iurie

Bukan hal baru bagi Persib dalam menjuarai paruh musim liga. Musim 2017, saat Pangeran Biru ditangani oleh pelatih asal Eropa Timur Arcan Iurie, Persib pun sempat tampil sebagai juara paruh musim untuk wilayah barat (pada musim itu liga dibagi menjadi dua wilayah, barat dan timur).

Sayangnya Maung Bandung tak sanggup merengkuh juara di akhir musim. Armada Iurie bahkan tak mampu membawa Persib lolos ke babak delapan besar, karena hanya bertengger di posisi ke-5 wilayah barat.

Dipinjamkan Nyeck Nyobe ke Persela Lamongan dan direkrutnya pemaing tengah Leontin Chitescu disinyalir menjadi penyebab rontoknya prestasi Persib kala itu.

Bagaimana tidak, bersama Patricio Jimenez dan Nova Arianto, Nyeck Nyobe menjadi kunci kokohnya lini belakang Persib.

Hengkangnya, Nyeck juga disinyalir menjadi biang angin-anginannya penampilan striker utama Persib Christian Bekamenga. Striker Kamerun sepertinya tak rela Nyeck dipinjamkan ke tim lain.

Kejadian 11 tahun lalu itu sejatinya menjadi hal penting bagi Gomez untuk tidak sembarangan meminjamkan atau menjual pemain ke tim lain dan mengambil pelajaran dari Arcan Iurie.

Meski saat ini Persib telah meminjamkan beberpa pemain, teramsuk Gian Zola, Wildansyah dan Billy Keraf, bobotoh tentu berharap semua itu untuk kebaikan pemain dan tim sendiri. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.