Permendag 59 Tahun 2018, Aturan Baru Soal Label Kemasan Beras

permendag 59 tahun 2018

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan telah menerbitkan aturan baru soal label kemasan beras dalam Permendag 59 Tahun 2018.

BantenTribun.id- Tak bisa dipungkiri, beras merupakan komoditi paling strategis di Indonesa. Bagaimana tidak, sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini menjadikan nasi sebagai makanan pokok mereka, dan nasi tentunya berasal dari beras.

Sebagai kementerian yang bertanggungjawab soal distribusi beras, terutama sebagai komoditas yang diperdagankan, Kementerian Perdagangan belum lama ini telah menerbitkan aturan baru soal pencantuman label kemasan beras.

Aturan soal kewajiban pencantuman label kemasan beras itu tercantu dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 59 Tahun 2018, yang ditandatangani per tanggal 22 Mei 2018 dan diundangkan di Jakarta tanggal 25 Mei 2018.

Aturan tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk melindungi konsumen dalam mengkonsumsi beras. Selanjutnya Permendag 59 Tahun 2018, juga diharapkan dapat memberi kepastian bagi konsumen soal informasi dan asal-usul beras secara lengkap.

Pasal 3 Permendag 59 Tahun 2018, mewajibkan pengemas atau importir beras menyertakan informasi dalam labelnya berupa jenis beras (Premium, Medium atau Khusus). Beras premium merupakan jenis beras dengan spesifikasi derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen dan butir patah maksimal 15 persen.

Sementara jenis beras medium merupakan jenis beras dengan spesifikasi derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air 14 persen dan butir patah maskimal 25 persen. Selanjutnya untuk label jenis beras khusus terdiri atas beras ketan, beras merah, beras hitam dan beras khusus dengan persyaratan sesuai peraturan dan perundang-undangan lain.

Kemudian dalam Pasal 4 selain merk dan jenis beras,  Pengemas dan importir beras wajib memberikan informasi dalam label barunya berupa keterangan campuran dalam hal beras dicampur dengan varietas lain, berat bersih, tanggal pengemasan serta nama dan alamat pengemas atau importir beras. Semua keterangan dalam label wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Permendag 59 Tahun 2018 juga menjelaskan soal bagaimana proses pendaftaran label baru secara online melalu portal http://www.sipt.kemendag.go.id.

Pemerinta dalam hal ini Kementerian Perdagangan nampaknya sadar bila pelaku usaha butuh proses untuk mengganti label lama dengan label baru, oleh karena itu dalam aturan tersebut seperti tercantum dalam pasal 13 ayat 1 pelaku usaha diberi kesempatan selama 3 bulan sejak aturan berlaku.

Sementara terkait dengan importir atau pengemas beras yang tidak mengindahkan aturan tersebut akan dikenai dikenai sanksi berupa berupa penarikan beras dari peredaran dan dilarang memperdagangkan beras dalam kemasan yang tidak mencantumkan label yang telah terdaftar. (red)

berikut permendag 59 tahun 2018:

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.