Peringati Sumpah Pemuda, Polda Banten Gelar Kirab Merah Putih

Polda Banten peringati sumpah pemuda dengan menggelar Kirab Merah Putih (foto-Oki)

Polda Banten peringati sumpah pemuda dengan menggelar Kirab Merah Putih (foto-Oki) 

Polda Banten menggelar acara Kirab Merah Putih untuk peringati hari Sumpah Pemuda. Mengawali kirab, Abuya Muhtadi mempin doa bersama untuk keutuhan NKRI.

Serang, BantenTribun.id – Memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke 90 tahun pada 28 Oktober 2018 kemarin, Polda Banten mengelar acara Kirab Merah Putih yang di ikuti oleh segenap jajaran Polda Banten, Polres se-Provinsi Banten, ormas, para tokoh ulama dan para pelajar.

Kegiatan kirab digelar di Alun-alun Barat Kota Serang yang berlangsung sangat meriah, Selasa, 30 Oktober 2018.

Doa bersama menjaga keutuhan NKRI, dipimpin oleh Abuya Muhtadi, kyai besar di Banten, mengawali kirab Merah Putih.  Di ahir doanya,  Abuya juga sempat meneriakkan agar Banten dan Indonesia selalu aman.

“Aman Banten, Aman Negara, Aman Indonesia,” teriak Abuya Muhtadi, yang di ikuti oleh seluruh peserta Kirab Merah Putih.

Lalu, para ribuan warga yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat  melakukan jalan kaki (LongMarch) ke Makorem 0604/Maulana Yusuf, kemudian mengitari jalan protokol Kota Serang, skenario menyanyikan lagu nasionalisme dan menolak segala macam upaya menggerogoti keamanan Indonesia.

Para peserta mengenakan pita merah putih yang diikat di kepala dan mengibarkan bendera kebangsaan. Sepanjang kirab Merah Putih, juga diramaikan oleh penampilan Barongsai, Reog hingga Debus.

Kapolda Banten   Brigjen Pol Teddy Minahasa, mengatakan, para pemuda di Indonesia khususnya Banten, harus mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif dan terus menjaga keutuhan NKRI.

“Kita ingin menegaskan kembali, bangsa Indonesia ini lahir, didirikan dan di besarkan oleh tokoh ulama, pemuda dan elemen bangsa yang lain,” kata Teddy Minahasa.

“Kita harus jaga NKRI dan Pancasila, Karena NKRI Harga mati Pancasila Abadi,” Sambung Jendral Bintang satu itu.

Kapolda berharap, masyarakat atau pemuda tidak terpancing isu yang provokatif dan tidak benar,

“Pemuda harus bisa memilah mana yang benar dan salah, jangan hanya ikut-ikutan. Oleh karena itu jika ada upaya-upaya menggantikan ideologi pancasila, hari ini para pemuda ingin saya ketuk hatinya untuk bangkit melawan itu semua,” pungkasnya.(oki/kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.