Peretasan Whatsapp Marak Terjadi, Ini Kata Ekspert

Peretasan Whatsapp Marak terjadi akhir-akhir ini, terlebih di masa pandemi, saat pengguna platform ini meningkat secara eksponensial.

Pengguna diminta lebih hati-hati dan waspada terhadap berbagai upaya peretasan pada platform pesan itu.

peretasan whatsapp
Ilustrasi Peretasan Whatsapp. Foto: Pexels

BantenTribun.id- Pandemi Covid-19 membuat platform teknologi informasi menjadi idola bagi penggunanya, tak terkecuali aplikasi pesan Whatsapp.

Penggunaan Whatsapp sebagai platform ‘messaging’ di masa pandemi meningkat hingga 40 persen di seluruh dunia, di beberapa wilayah mungkin lebih dari itu.

Praktis dan memanjakan pengguna, menjadi kunci platform milik Facebook itu digunakan oleh sekitar 2 miliar pengguna di dunia. Dengan Whatsapp, anda tidak saja mampu mengirim teks yang panjang, berbagai file seperti gambar, video, dokumen hingga kompres file bisa adikirim via Whatsapp dalam hitungan detik.

Kabar buruknya, peningkatan eksponensial pengguna platform milik Zuckerberg itu, sejalan dengan lonjakan tindak kejahatan berupa peretasan Whatsapp.

Mulai dari Phising, pengiriman Malware, pemalsuan akun, hingga pembajakan pengiriman menjadi warna baru dalam peretasan Whatsapp.

Korbannya sudah banyak, mulai dari ulama, pejabat hingga masyarakat biasa. Penipuan menjadi sukses dan juga gawat bila menerpa korban yang punya kredibilitas finansial tinggi.

Lewat pola membaca pesan serta mempelajari bahasa yang digunakan korban, peretas bisa dengan mudah mengeruk uang dari kontak yang ada dalam akun korban.

Dengan dalih pinjam uang, keadaan darurat dan sebagainya, kontak pun percaya dan tak segan mengirim sejumlah uang,.

Cara Kerja Peretasan Whatsapp

Peretas Whatsapp bisa dengan mudah membajak akun korban, mula-mula sesudah anda menginstall platform itu di smartphone, Whatsapp lalu mengirimkan sms sekali pakai ke nomor anda. Pesan itu adalah otentikasi, bukti bila anda pemilik nomor yang sah.

Setelah anda memasukan nomor yang benar dan pin yang sesuai dengan yang sms Whatssap, maka akun Whatsapp  pun segera berfungsi.

Anda kemudian bisa menerima dan mengirim pesan dari atau ke kontak anda yang menggunakan platform yang sama.

Peretasan Whatsapp mulai berfungsi saat mereka menggunakan nomor yang usang atau lewat facebook, itu juga sudah cukup.

Dalam pesan, peretas meminta anda mengirim kode enam digit akun Whatsapp anda, peretas memberi tahu bahwa teman anda mengalami masalah dalam kode enam digit, kemudian anda mengirimkan kode itu untuk teman anda, padahal itu benar-benar menjadi milik peretas.

Setelah itu, praktis peretasan whatsapp – pada akun anda – benar-benar terjadi dan mereka mulai membaca pesan, termasuk pesan-pesan yang ada di grup Whatsapp anda.

Dengan mempelajari gaya bahasa dalam chat Whatsapp, peretas mulai mencari korban, yang tak lain nomor kontak dalam Whatsapp anda, untuk kemudian dimintai pertolongan, misal dengan meminta mereka mentransfer sejumlah uang karena keadaan darurat.

Cara peretasan Whatsapp seperti ini sampai sekarang masih sangat efektif, para penjahat siber itu pun mendapat banyak keuntungan dari modus jahat yang mereka lakukan.

Cara Mencegah Peretasan Whatsapp

Zack Doffman seorang CEO Digital Barier yang juga pengembang pengawasan canggih untuk keamanan kontra terorisme menulis di Forbes, bila cara yang paling efektif untuk mencegah peretasan Whatsapp adalah jangan mengirimkan pin 6 digit pada siapapun dan dengan alasan apapun.

Zack juga meminta pengguna Whatsapp untuk melakukan Verifikasi Dua Langkah. Pengaturan verifikasi dua langkah ini ada di akun setting aplikasi anda.

“Cukup satu menit untuk menyiapkan pin 2 langkah itu, dan anda juga bisa menyiapkan opsi alamat email cadangan ketika anda mengganti pin atau nomor telepon.

Namun Zack juga menyayangkan, pasalnya masih banyak pengguna yang tidak melakukan langkah ini.

Hal senada diungkap oleh Praktisi IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Aris Triyatno. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengembang aplikasi desktop dan mobile untuk kebutuhan kampus ITB itu melihat peran pengguna menjadi kunci agar akun Whatsapp tak diretas.

“Menurut saya keamanan Whatsapp sebenarnya cukup tinggi. Jadi kemungkinan peretasan Whatsapp terjadi akibat kelalaian user itu sendiri, bukan dari celah keamanan,” terangnya pada BantenTribun, Jum’at, (14/8).

Aris mengingatkan agar pengguna atau user berhati-hati, “HP agar dikunci, dan jangan disimpan sembarangan, pengguna juga jangan seenaknya pinjam atau tuka-menukar HP, bila perlu kunci dengan sidik jari.” Pungkasnya. (Kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.