Pengungsi Rohingya Hadapi Covid-19 Dengan Fasilitas Kesehatan Minim

pengungsi rohingya
Kamp Pengungsi Rohingya, Foto Al Jazeera

BantenTribun.id- Sebaran Virus Corona telah sampai di kamp pengungsi etnis Rohingya di Bangladesh. Seorang pengungsi telah dinyatakan positif terserang virus tersebut.

Menurut Comisioner for The Refugee, Relief and Repatriation, Mahbub Alam Telukder menyatakan, kasus tersebut merupakan kasus pertama yang terjadi di kamp pengungsi.

Selanjutnya, Mahbub menyatakan bila pengungsi yang terkonifrmasi positif itu telah diisolasi. “Hari ini, pasien positif Covid-19 telah dibawa ke pusat isolasi,” ungkap Mahbub seperti dituls Reuters.

Mahbub menyatakan, sebaran Covid-19 di Kamp Pengungsi berasal dari transmisi lokal, tepatnya berasal dari penduduk lokal Bangladesh.

Sebelumnya, seperti diketahui, Bangladesh menjadi negara di Asia Selatan yang juga terdampak Covid-19. Dinegara tersebut dilaporkan ada sekitar 18.863 kasus Covid-19 dengan 283 kematian.

Pernyataan yang sama juga diungkap oleh Shamim Jahan, Direktur Kesehatan Save The Children Bangladesh. Shamim mengatakan virus Corona telah menguasai Bangladesh termasuk kamp pengungsi Rohingya.

Shamim menyatakan virus telah memasuki kamp pengungsi Rohingya, termasuk pemukiman terbesar di Cox’s Bazar. Ia sangat khawatir dengan resiko kematian yang akan datang, sebab fasilitas yang ada sangat minim.

“fasiltas kesehatan sangat minim, diperkirakan hanya ada 2000 ventilator di Bangladesh, sementara jumlah pengungsi di Camp ada kurang lebih 1 juta pengungsi Rohingya. Belum lagi soal tidak adanya tempat perawatan intensif di sana,” ungkap Shamim.

Dikutip dari The Hufftington Post, Duta Besar AS untuk Kebebasan Beragama menyatakan pada wartawan di Washington menyatakan, bila sebaran Covid-19 terjadi dengan cepat di kamp pengungsi Rohingya.

“Di sini, orang hidup 40.000 hingga 70.000 orang per kilometer persegi. Itu setidaknya 1,6 kali kepadatan populasi di kapal pesiar Diamond Princess, di mana penyakit ini menyebar empat kali lebih cepat daripada di Wuhan pada puncak wabah, ”kata Sam.

Sam juga menambahkan, perlu adanya peningkatan akses pelayanan kesehatan di Kamp Pengungsi, sebab standar hidup disana lebih rendah. Jika tidak dilakukan maka resiko terkena infeksi virus sangatlah tinggi.

Bangladesh adalah tempat untuk jumlah pengungsi Rohingya yang paling besar. sejak 2107 lebih dari 730.000 pengungsi Rohingya datang ke negara itu akibat adanya genosida di Myanmar.

Namun Militer Myanmar membantah genosida, dan mengatakan bahwa mereka bertempur secara sah melawan gerilyawan Rohingya yang menyerang lebih dulu. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.