Pendidikan Pertanian Disorot, Mismatch dengan Lapangan Pekerjaan Tinggi

pendidikan pertanian
Pendidikan Pertanian, di Salahsatu lembaga sekolah tinggi milik Kementerian Pertanian

Pendidkan Pertanian disorot, terutama soal tingginya Mismatch atau tidak cocoknya antara pendidikan dengan lapangan pekerjaan yang diminati lulusan sektor tersebut

BantenTribun.id- Pendidikan bidang pertanian menjadi sorotan terkait dengan rendahnya lulusan yang bekerja sesuai dengan bidang yang dipelajari di bangku sekolah atau kuliah. Dengan kata lain Mismatch pendidikan dengan pekerjaan disektor pertanian sangat tinggi.

Secara vertikal dan horisontal, Mismatch di sektor pertanian lebih tinggi dibanding dengan sektor industri manufaktur dan jasa. Mismatch di sektor pertanian mencapai 96,86%. Terdiri dari di bawah kualifikasi pendidikan sebesar 0.12 persen, sesuai kualifikasi pendidikan 3.04 persen dan diatas kualifikasi pendidikan sebesar 96.74 persen.

Selanjutnya secara horisontal, mismatch pendidikan pertanian dalam mencapai total hingga 84.25%

Kondisi itu (mismatch yang tinggi) menyebabkan sektor pertanian semakin kekurangan tenaga kerja muda yang handal.

Dilansir dari kontan, Wakil Ketua Demografi FEB UI, I Dewa Gede menyatakan bila tingginya mismatch disektor pertanian salahsatunya disebabkan oleh rendahnya minat lulusan pendidikan pertanian untuk bekerja disektor yang ia pelajari saat kuliah.

Alumni jurusan pertanian menganggap bekerja tingkat pendapatan yang diraih disektor pertanian relatif kecil, sehingga mereka memilih bekerja disektor lain.

“Ketika tenaga kerja muda tadi semakin terdidik, kini mereka sudah tidak tertarik dengna sektor pertanian dan memilih bekerja disekor lain.” Ungkap Gede, seperti dikutip dari laman kontan.

Gede juga menambahkan, efek dari rendahnya minat lulusan pertanian baru untuk bekerja sesuai latar belakang pendidikan itu menyebabkan sektor tersebut diisi oleh pekerja yang berumur tua dan tentunya tingkat pendidikannya juga rendah.

“Orang-orang yang bekerja disektor itu (Pertanian) umurnya secara rata-rata relatif lebih tua dibandingkan dengan sektor lain.

Kementan Genjot Mekanisasi dan Enterpreneurship

Kementerian Pertanian selaku lembaga pemerintah yang bertanggungjawab dalam pembangunan pertanian di Indonesia bukan tidak paham dengan kondisi tersebut.

Dorongan Mekanisasi Pertanian yang dilakukan selama ini – selain untuk meningkatkan produksi dan produktivitas – juga dimaksudkan untuk menarik minat tenaga kerja muda bekerja disektor tersebut.

Selanjutnya, beberapa lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan atau Unit Pelaksana Teknisnya mulai merubah cara pandang tentang paradigma pendidikan, dimana lulusannya diharapkan menjadi wirausaha muda bidang pertanian yang lebih inovatif.

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian misalnya, lembaga pendidikan milik Kementerian Pertanian dibawah Badang Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian itu mulai mendidik anak-anak muda lulusan SMK Pertanian atau SMA jurusan IPA agar mampu bersaing menjadi enterpreneur di sektor pertanian.

Meski hasilnya belum banyak terlihat, setidaknya Kementerian Pertanian sadar akan mismatch yang tinggi dan mulai memperbaikinya dimasa yang akan datang. (kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.