Pendaftaran Siswa Baru SMP Secara Daring Mulai Dibuka Besok, Masih Ada Toleransi Daftar Luring

 

Anas Subarnas, Kepala sekolah SMPN3 Pandeglang (foto-BantenTribun)

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Pandeglang mulai dibuka besok. Pendaftaran siswa baru menggunakan system daring atau online. Meskipun demikian, sekolah masih memberikan toleransi kepada orangtua siswa yang kesulitan, dengan mendaftar secara “luring”, dengan pemberlakuan protocol kesehatan covid.

Pandeglang,BantenTribun.id- Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Pandeglang, dibuka secara serentak mulai besok, Jum’at, 19 Juni  hingga 29 Juni 2020.

Pendaftaran siswa baru tahun ini dilakukan secara daring (dalam jejaring) alias online. Namun demikian, pihak sekolah juga masih memberikan toleransi bagi orangtua siswa yang mengalami kesulitan melakukan pendaftaran daring ini.

“Kesulitan pendaftaran secara daring, masih ada orangtua siswa yang tidak memiliki gadget dan menguasai tehnologi informasi,” jelas Ruli Purnama, Kepala Sekolah SMPN 1Kaduhejo Pandeglang, kepada BantenTribun, Kamis (19/6/20).

Menurut Ruli, pihak sekolah masih memberikan toleransi bagi orangtua yang mau mendaftar secara langsung karena kendala tadi, tapi tetap diberlakukan protocol kesehatan covid.

 

Tahun ajaran baru ini, kata Ruli, SMP Negeri 1 Kaduhejo menerima 288 siswa baru terbagi dalam 9 rombongan belajar.

Senada dengan Ruli, Kepala SMP Negeri 1 Majasari, Rudi Daud Suwandi, juga masih memberikan toleransi bagi orangtua siswa yang kesulitan mendaftar secara daring.

Menurutnya, orangtua siswa yang mendaftar secara ‘Luring’ (luar jejaring), dilakukan oleh guru atau wakil dari sekolah sebelumnya. Bagi pendaftar luring, wajib mengikuti protocol kesehatan yang sudah disediakan.

“Pendaftar akan dicek suhu tubuh, wajib pakai masker, juga cucitangan,” kata Rudi, melalui pesan WathApp.

Orangtua Siswa yang mendaftar di SMPN 1 Majasari, dicek suhu tubuh

SMPN 1 Majasari tahun ini memberikan kuota sebanyak 224 siswa baru, terbagi dalam 7 rombel.

Kesulitan pendaftaran siswa baru secara daring, juga diakui Raswadi, Kepala SMPN  1 Picung. Menurutnya, sekolah-sekolah diwilayah “lembur”, masih banyak yang mendaftar secara luring.

“ Di sini masih banyak kendala semisal sulitnya jaringan atau signal internet yang putus-putus. Waktu penutupan juga biasanya diberikan toleransi perpanjangan jika belum memenuhi kuota,” kata Raswadi, yang tahun ini hanya  menerima 64 siswa baru.

SMP Banjir Peminat, Memperketat Skema Seleksi Siswa Baru   

Kebijakan pendaftaran siswa baru secara luring, rupanya juga berlaku bagi sekolah “perkotaan”yang dibanjiri peminat. SMPN 3 Pandeglang contohnya. Sekolah ini selain memberlakukan PPDB secara daring, juga masih mentolerir bagi pendaftar yang kesulitan secara daring karena berbagai alasan.

Sekolah yang disebut-sebut sebagai  sekolah yang difavoritkan dan selalu kebanjiran pendaftar, tahun ini menerima sebanyak 288 terbagi 9 rombel.

Tingginya peminat yang mendaftar, Sekolah terpaksa memberlakukan system seleksi berdasarkan 3 kriteria. Pemberlakuan ketentuan zonasi asal siswa sebesar 50 persen dari kuota, 15 persen afirmasi ( berasal keluarga kurang mampu), dan jalur prestasi sebesar 35 persen.

“Hampir setiap tahun ajaran baru, pendaftar di SMP ini melebihi kuota. Jika yang tidak tertampung disekolah ini, siswa akan dialihkan ke SMPN 4 dan SMPN 2,” terang Anas Subarnas, Kepala SMPN 3 Pandeglang, kepada BantenTribun.

Menurut Anas, sekolahnya juga siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar baik secara full daring atau pun konbinasi dengan belajar tatap muka tahun ajaran baru nanti.

“Kami menunggu instruksi Dinas Pendidikan selanjutnya, pihak sekolah sudah mempersiapkan diri untuk pembelajaran daring atau kombinasi tatap muka. Kalau tatap muka. Tetap diberlakukan protocol kesehatan dengan jumlah rombel hanya 50 persen dan bergantian” kata Anas.*(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.