Pencahayaan Landmark Pandeglang Butuh Listrik Berdaya 32.000 Watt

 

landmark pandeglang
Diperlukan daya listrik 32.000 watt untuk pencahayaan landmark Pandeglang (foto-ist _BantenTribun)

Dibutuhkan daya listrik sebesar 32,000 watt untuk pencahayaan Landmark Pandeglang. Kebutuhan daya sebesar ini agar ikon kota dapat terlihat dari jarak jauh saat malam hari.

Pandeglang,BantenTribun.id-Pembangunan Landmark Kota Pandeglang di lahan Perhutani di sekitar  Kampung Kaduengang Kecamatan Cadasari, hampir memasuki babak akhir alias tahap perampungan.

Landmark yang bertengger di Badan Gunung Karang ini, ternyata dimulai pekerjaannya sejak akhir Oktober 2019 lalu, dengan menelan anggaran sekitar Rp3,8 milyar yang bersumber dari dana CSR Bank BRI.

pekerjaan pembangunan landmark pandeglang
Pekerjaan landmark Pandeglang dimulai sejak ahir Oktober 2019 (foto-Ardian-BantenTribun)

Ikon Landmark kota ini ternyata menempati lahan yang disediakan Perhutani Pandeglang seluas 2950 meter persegi (bukan 2400 mtr2 seperti berita sebelumnya),  sebagai bagian pengembangan objek wisata “Curug Buang” di wilayah tersebut.

“Status atau porsi  tanahnya sebenarnya disediakan Perhutani sebagai pengembangan wisata Curug Buang,” terang Syakir Ansori, Kepala Urusan Tehnik Perhutani Pandeglang, kepada BantenTribun via telepon, Rabu,24 Juni 2020.

Pekerjaan pembangunan Landmark, dirasakan sangat berat, bukan dari hal tehnis. Titik lokasi landmark yang berada di badan gunung, dan  harus melewati medan tanjakan yang licin dan berbatu, menjadi kendala tersendiri.

“Medan jalannya berat dan berbatu. Material bangunan tidak bisa sampai langsung lokasi tapi harus langsir  dan diangkut manual,” kata Niko, pelaksana proyek, kepada Bantrib, Rabu (24/6) melalui pesan WatsApp.

Menurut Niko, jumlah pekerja pembangunan  landmark sebanyak 32 orang. Saat ini, pekerjaan tinggal menyelesaikan instalasi listrik untuk pencahayaan.

“Dibutuhkan 32.000 watt daya listrik untuk pencahayaan huruf  dan penerangan sekitar,  Sudah ada jaringan yang dipasang PLN,” terang Niko.

Pemasangan jaringan listrik ke lokasi landmark, menjadi keuntungan bagi masyarakat sekitar yang belum dilintasi jaringan  listrik.

Niko menolak memberikan keterangan lebih jauh terkait kekuatan konstruksi landmark.

“Itu bukan wewenang saya pak, silahkan hubungi konsultan dari BRI saja,” katanya, *(kar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.