Pemerintah Spanyol Berencana Subsidi Warganya dengan Nominal Setengah Upah Minimum

pemerintah spanyol
Ilustrasi: Suasana Kantor di Barcelona Spanyol. Foto Pikrepo

Pemerintah Spanyol Rencananya akan memberi subsidi kepada 850 ribu rumah tangga atau sekitar 2,5 juta warga yang terimbas Covid-19

BantenTribun.id- Pemerintah Spanyol rencananya akan memberikan subsidi atau stimulus pada sebagian warganya yang harus  tinggal di rumah dan tidak bekerja akibat wabah Covid-19 untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Subsidi rencananya bakal diberikan kepada 850 ribu rumah tangga atau sekitar 2,5 juta warga.

Nominal yang akan diberikan merupakan setengah dari upah minimum nasional sebesar 1,108 euro atau sekitar 18 Juta rupiah.

Artinya pemerintah Spanyol akan mensubsidi sebagian warganya dengan besaran uang sekitar Rp. 9 juta.

Nilai tersebut dihitung berdasarkan biaya dasar yang harus dikeluarkan warga dalam memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan.

Meskipun begitu, pejabat setempat belum menghitung secara rinci berapa nominal sebenarnya yang harus dikeluarkan.

Guna memenuhi target subsidi, Pemerintah negeri matador setidaknya harus menyiapkan dana sekitar  3 miliar euro setiap tahunnya.

Kebijakan subsidi merupakan janji dari Pemerintah saat kampanye dan kini realisasinya menjadi lebih cepat karena pandemi Covid-19.

Namun rencana pemerintah Spanyol  untuk mensubsidi rakyatnya bukan tanpa kritik.

Zsolt Darvas, seorang peneliti senior di Corvinus Univesity Budapest imenilai, subsidi pada sebagian warga spanyol yang terimbas Corona tidak akan memberi dampak signifikan pada pemulihan ekonomi Spanyol.

Dalvast menilai, subdisi harus lebih tepat sasaran, setidaknya diberikan pada mereka yang benar-benar tidak bekerja karena di PHK atau pada perusahaan agar tidak melakukan pemutusan hubunga kerja pada karywannya.

“Seharusnya subsidi tidak diberikan pada mereka yang tinggal dirumah tanpa bekerja, tapi diberikan pada mereka yang benar-benar kehilangan pekerjaan atau pada perusahaan agar mampu menghindari pemutusan hubungan kerja pada karyawannya”, ungkap Darvas pada CNBC.

Sebelum wabah Corona menyerang, Spanyol merupakan salahsatu negara di Eropa dengan tingkat pengangguran yang tinggi.

Menurut tradingeconomics, tingkat pengangguran di negeri matador pada kaurtal pertama tahun 2020 mencapai 14.41 persen dan menjadi yang terendah sejak 11 tahun lalu.

Sejak dilanda wabah Corona, jumlah pengangguran di Spanyol diperkirakan meningkat 3.79 persen atau menjadi 3.31 juta orang.

Namun banyak pihak rupanya tidak setuju dengan kebijakan pemerintah Spanyol, Zsolt Darvas salahsatunya.

Menjawab banyak kritikan, Menteri Jaminan Sosial Spanyol Jose Luis Escriva menyatakan subsidi itu tidak akan membuat orang enggan mencari pekerjaan. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.