Pelatih Bali United: 2018 Tahun Sulit

pelatih bali united

  • Pelatih Bali United mengaku lawan di liga 1 2018 akan semakin besar
  • Ia juga berucap bila tahun ini adalah tahun berat mengingat serdadu tridatu juga akan bertanding di kompetisi level asia.

Pandeglang, BantenTribun.id- Widodo C Putro, mengaku bila tahun 2018 adalah tahun yang sulit untuk klub yang dilatihnya.

Betapa tidak, Selain akan bertarung di Liga 1 Serdadu Tridatu juga akan dihadapkan pada agenda Piala Champion Asia.

Tiga klub siap menanti Irfan Bachdim dan kawan-kawan di penyisihan Liga tertinggi asia itu.

Setiap level lawan mereka akan semakin tangguh. Terdekat klub yang tak jadi juara liga 1 2017 itu akan berhadapan dengan klub tangguh asal Singapura, Tampines Rovers.

Baca juga : mengintip tampines rovers

Selanjutnya – jika menang – dipertandingan pertama, asuhan Widod C Putro itu akan menghadapi klub Thailand Chiangrai United dan di penentuan mereka akan melawan klub sensasional asal China, Shanghai SIPG.

Jika pun akhirnya mereka gagal tembus ke fase grup LCA, maka even Piala AFC menjadi ajang berikutnya, sekaligus membuat Madura United gigit jari.

Sementara di level nasional mereka juga tengah bersiap menghadapi laga pemanasan sebelum liga dengan tajuk piala presiden.

Permintaan khusus Pelatih Bali United

Pelatih Bali United yang juga mantan pencetak gol terbaik di piala asia itu diberitakan mempunyai permintaan khusus pada Luis Milla.

Hal itu terkait dengan pemain bintang mereka Stephano Lilipaly dan Irfan Bachdim yang tengah bersiap melawan tim peserta piala dunia Islandia.

Widodo meminta agar dua orang “jagoannya” itu bisa bermain kala menghadapi Tampines Rovers, selasa (16/1/2017). Artinya duo naturalisasi itu diminta tidak bermain kala menghadapi Islandia di Gelora Bung Karno.

Sebuah permintaan yang wajar, sebab keduanya adalah pemain inti serdadu tridatu yang diandalkan menggedor gawang Tampines.

Liga 1 Lebih Berat

Selain menghadapi laga berat di level asia, serdadu tridatu juga akan menghadapi laga tak kalah sulit di piala presiden dan liga 1 2018.

Beberapa tim besar yang tahun lalu terpuruk seperti Sriwijaya FC, Arema da Persib Bandung bergerak cepat membenahi timnya.

Juara bertahan Bhayangkara FC juga berusaha membuktikan jika mereka pantas juara dan akan kembali mempertahankan gelar di musim ini.

Rekrutan anyar semua klub itu nampaknya tidak asal-asalan. Persib yang tahun lalu nyaris tanpa pelatih, kini memiliki pelatih berpengalaman dalam diri Roberto Carlos Mario Gomez.

Sementara Sriwijaya FC terus berbenah, selain merekrut Rahmat Darmawan di kursi pelatih, Laskar wongkito juga banyak mendapat pemain anyar, termasuk Makan Konate.

Bhayangkara juga tak kalah ganas, mereka sudah menemukan pengganti Evan Dimas di lini tengah yakni Zah Rahan Krangar. Lini belakang juga akan makin tangguh dengan kehadiran Vujovic.

Selain ketiga klub itu, Bali United juga akan menghadapi lawan lebih berat dari peserta liga 1 lainnya, sebab semua berambisi tampil lebih baik musim ini. (ajat s)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.