Pasca OTT Kantor Uji Kir Kota Serang Masih Tutup

Pasca OTT Uji Kir sepi
Kantor Uji Kir Kota Serang, tampak sepi pasca OTT, Konsumen tidak mendapatkan kepastian pelayanan.Foto Nur.H–BantenTribun.

Kota Serang, Banten Tribun.id – Pasca terjadinya  Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli sebulan lalu, Kantor Uji Kir Pemerintah Kota Serang hingga sekarang,Kamis (31/8) masih tutup.

Setiap hari, puluhan supir atau pemilik kendaraan yang  akan mengurus uji kir ke kantor ini terpaksa harus kecewa. Sejak terkena OTT, Kantor Uji Kir ini belum membuka layanan secara normal. Kantor yang berada di bilangan Kasemen ini,  juga masih berstatus  kontrak.

“Mobil tronton saya sudah dua minggu bolak balik belum bisa ngurus kir, makanya saya gak mau bayar angsuran ke lising,” kata Johan, pemilik tronton yang sudah dua minggu  terus bolak-balik mengurus uji kir.

Selain dikeluhkan warga yang akan mengurus, kondisi ketidakpastian itu juga dikeluhkan petugas uji kir sendiri.

Asmat Winata, pelaksana pengujian kir mengeluhkan soal ketiadaan alat-alat tehnis yang seharusnya menjadi standar tempat uji kir.

“Kita gak punya alat tehnis, Pak, padahal itu standar yang harus dipenuhi oleh sebuah tempat uji kir. Apalagi ini milik Pemerintah Kota Serang. Belum lagi lahan yang masih mengontrak dan tidak memadai dari sisi luas, sehingga untuk kendaraan besar tidak bisa masuk, akibatnya kita sering kali mendatangi tempat mobil tertentu saat mereka butuh pengujian. Misalnya bus AKAP atau trailer,” keluh Asmat.

Akibat minimnya alat- alat itulah,  salah satu sebab dilakukannya penggerebegan. Menurut Asmat, pihak tim saber menganggap petugas  melakukan pungli karena menandatangani surat kir tentang uji asap. Padahal,  mereka tidak memiliki alat tersebut.

OTT Uji Kir Kota Serang,Sepi
Kendaraan-yang-hendak-Uji-Kir-di-Kota-Serang-tidak-mendapat-kepastian-layanan-pasca-OTT-foto-Nur.HBantenTribun.

Keresahan lain Asmat,  adalah soal keselamatan kendaraan yang telah diluluskan uji kirnya. Ia khawatir terjadi kecelakaan yang diakibatkan soal tehnis, misalnya rem blong. Bila hal tersebut terjadi, maka petugas harus bertanggung jawab secara hukum atas pengujian tersebut.

“Sepanjang hari saya gak bisa tenang. Merasa  khawatir mobil yang pernah kita uji kir, misalnya kecelakaan akibat rem blong, maka saya harus bertanggung jawab. Seperti kecelakaan bus AKAP beberapa waktu lalu yang menyeruduk median jalan tol dan mengakibatkan beberapa penumpang dan supirnya meninggal. Untung hal tersebut bukan akibat rem blong,” katanya.

Saat ini,  penanganan sementara pengujian kir dilayani secara administrasi oleh tenaga sukarela, untuk membuat surat rekomendasi pengujian di Kabupaten Serang atau Cilegon, dengan catatan bahwa pihak uji kir akan memprioritaskan pemilik mobil dari daerah setempat terlebih dahulu.

Hingga saat ini, Kota Serang belum juga memiliki lahan dan alat kelengkapan teknis untuk pengujian kir kendaraan. Pengadaan anggaran untuk kebutuhan itu pernah diajukan, namun sampai saat ini belum juga disetujui. Hal ini  berakibat semua kendaraan yang dilakukan uji kir dikantor  ini hanya dilakukan dengan tampakan visual tanpa uji tehnik. Hingga kini belum diketahui pasti kapan pelayanan uji kir akan dibuka normal kembali. ( Nur.H)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.