Pariwisata DIY Siapkan Strategi Hadapi New Normal

pariwisata DIY
Prambanan, Pariwisata Jogja. Foto: WikiMedia

BantenTribun.id-  Wacana New Normal atau kebiasaan-kebiasaan dan konsekuensi baru hidup ‘berdamai’ dengan Covid-19, seperti yang dilontarkan pemerintah membuat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan strategi untuk menghadapinya.

Dilansir dari krjogja, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menyatakan bila pihaknya tengah mempersiapkan destinasi dan masyarakat pegiat pariwisata untuk menghadapi New Normal.

Terbaru, pemda DIY menginisiasi pembuatan sarana cuci tangan lebih dari 25 titik di 50 destinasi wisata DIY.

“Kami berupaya mempersiapkan diri menghadapi new normal, tempat cuci tangan misalnya, sudah dipasang di beberapa destinasi,” ungkap Singgih, Selasa (19/5).

Selain menyiapkan sarana wisata, Pemda juga menyiapkan strategi untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang adaptif terhadap new normal.

“Kami melakukan peningkatan kapasitas SDM bersama Bank Indonesia melalui pelatihan secara daring, harapannya SDM lebih siap lagi menghadapi new normal, ungkap Singgih.

Kesiapan DIY menghadapi new normal juga ditanggapi oleh perwakilan Bank Indonesia perwakilan DIY.

Kepala Perwakilan BiI DIY Hilman Tisnawan mengatakan BI DIY berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY dan Jasa Dharma Indonesia selenggarakan Pelatihan Online Pariwisata untuk meningkatkan kompetensi SDM wisata DIY. Hal ini dalam rangka mendukung sektor pariwisata DIY bebenah diri untuk mempersiapkan proyeksi lonjakan kunjungan wisata ke DIY pasca Covid-19.

“Secara umum kinerja pariwisata DIY relatif masih baik pada awal 2020. Pelaku usaha wisata optimis di 2020 sektor pariwisata akan tumbuh pesat dengan adanya berbagai program dukungan pariwisata yang telah disiapkan Pemerintah untuk mengundang wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia saat itu. Namun, sejak konfirmasi pasien positif Covid-19 pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020, kinerja pariwisata diberbagai destinasi wisata langsung menurun,” pungkas Hilman dikantornya, Selasa (19/5). (red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.